Masalah Anas pengaruhi elektabiltas Demokrat
Rabu, 13 Februari 2013 - 15:46 WIB
Masalah Anas pengaruhi elektabiltas Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Pemberitaan soal pelucutan nasib Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di media massa bisa menggoyang opini publik. Pemberitaan itu berdampak pada tingkat elektabilitas Partai Demokrat jelang Pemilu 2014.
"Bisa saja itu pengaruhi opini publik, publik makin kritis, bisa memilah - milah, siapa yang pantas jadi contoh teladan dan yang tidak," ujar Ketua Dewan Penasihat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung di Cimanggis, Depok, Rabu (13/2/2013).
Menurutnya, sosok Anas memang menjadi tokoh besar dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hal itu membuktikan bahwa HMI berhasil mencetak tokoh besar nasional sekelas Anas Urbaningrum.
"Kalau sekarang ini pemberitaan ada dampak luas, pemberitaan itu bisa akibatkan terciptanya opini masyarakat, termasuk masalah yang berhubungan dengan Partai Demokrat, masyarakat kita kan kritis dalam merespon berbagai persoalan, masyarakat kita punya penilaian," paparnya.
Namun, lanjut Akbar, permasalahan yang menimpa pribadi Anas saat ini tak ada kaitan langsung pada HMI. "Terlepas dari kader HMI, bahwa orang itu ada masalah, dan terkait dengan hukum, kita serahkan sesuai proses hukum, ada kaidah - kaidahnya, kalau bersalah harus ada bukti-bukti, tentu melalui proses pengadilan," tegasnya.
"Bisa saja itu pengaruhi opini publik, publik makin kritis, bisa memilah - milah, siapa yang pantas jadi contoh teladan dan yang tidak," ujar Ketua Dewan Penasihat Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung di Cimanggis, Depok, Rabu (13/2/2013).
Menurutnya, sosok Anas memang menjadi tokoh besar dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hal itu membuktikan bahwa HMI berhasil mencetak tokoh besar nasional sekelas Anas Urbaningrum.
"Kalau sekarang ini pemberitaan ada dampak luas, pemberitaan itu bisa akibatkan terciptanya opini masyarakat, termasuk masalah yang berhubungan dengan Partai Demokrat, masyarakat kita kan kritis dalam merespon berbagai persoalan, masyarakat kita punya penilaian," paparnya.
Namun, lanjut Akbar, permasalahan yang menimpa pribadi Anas saat ini tak ada kaitan langsung pada HMI. "Terlepas dari kader HMI, bahwa orang itu ada masalah, dan terkait dengan hukum, kita serahkan sesuai proses hukum, ada kaidah - kaidahnya, kalau bersalah harus ada bukti-bukti, tentu melalui proses pengadilan," tegasnya.
(lns)