SBY tidak etis dalam mengambil alih Demokrat

Rabu, 13 Februari 2013 - 04:57 WIB
SBY tidak etis dalam...
SBY tidak etis dalam mengambil alih Demokrat
A A A
Sindonews.com - Persoalan internal Partai Demokrat, terus menjadi buah bibir berbagai kalangan, baik politikus, pengamat, maupun aktivis yang konsen terhadap persoalan politik di Indonesia.

Peneliti dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq menilai, sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang mengambil alih kendali Partai Demokrat dari Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, tidak etis.

"SBY tidak etis mengambil alih kendali Demokrat, dan secara tidak langsung menghakimi bahwa Anas terlibat dalam kasus Hambalang," kata Fajar saat dihubungi Sindonews, Rabu (13/2/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah pengambilalihan Demokrat, kemudian diikuti dengan munculnya draf surat perintah penyidikan (Sprindik) palsu Anas, yang menyebutkan dia tersangka di dalam kasus Hambalang.

Menurutnya, kabar demikian tidak perlu terjadi, jika saja semua pihak menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Secara fakta hukum KPK belum menyebutkan Anas menjadi tersangka atas kasus tersebut. Meski pengambilalihan Demokrat oleh SBY, merupakan sinyal kuat untuk KPK mengeksekusi kasus anas," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan mengaku telah melakukan investigasi ke internal, menindaklanjuti kebenaran pemberitaan yang menyebutkan draf sprindik palsu Anas Urbaningrum disebarkan oleh staf media Presiden SBY, Imelda Sari.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Imelda telah membantah membuat dan menyebarkan draf sprindik palsu Anas. Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah mencampuri urusan lembaga lain.

"Tentu kami telah mengetahui dan saya sendiri sudah berbicara kepada yang bersangkutan (Imelda) bahwa itu dijelaskan tidak demikian adanya. Kemudian berkembang di sosial media. Itu yang terjadi. Sekali lagi secara formal lembaga kepresidenan tidak pernah mencampuri urusan lembaga lain," ucapnya kepada wartawan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 12 Februari 2013.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved