SD eks RSBI prioritas kurikulum baru

Jum'at, 08 Februari 2013 - 19:14 WIB
SD eks RSBI prioritas...
SD eks RSBI prioritas kurikulum baru
A A A
Sindonews.com - Penerapan kurikulum baru di jenjang sekolah dasar (SD) akan dibatasi kuota 30 persen dengan mayoritas sekolah eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang akan dipakai.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, setiap kabupaten kota akan dipilih 30 persen sekolah dari jumlah sekolah yang ada. Misalnya, di satu kabupaten ada 10 sekolah maka yang akan diambil hanya tiga atau empat sekolah saja.

Dia melanjutkan, sekolah yang akan dipilih ialah sekolah yang sudah siap untuk melaksanakan kurikulum yang dilihat dari kelengkapan ruang kelas dan sarana prasarananya. Jika dilihat dari kriterianya maka sekolah yang dipilih ialah sekolah eks RSBI yang sudah banyak didirikan di kabupaten kota.

Sayangnya, tidak adanya sekolah eks RSBI di daerah terpencil membuat pelaksanaan kurikulum di daerah khusus ini akan terkendala. "Kalau mencari 30 persen mudah saja jika di kabupaten kota. Namun, kalau di daerah terpencil tidak mungkin ada RSBI-nya," katanya ketika dihubungi wartawan, Jumat (8/2/2013).

Khairil menambahkan, kurikulum baru memang harus didukung oleh budaya sekolahnya yang sudah bagus. Selain itu, sekolah yang dipilih juga harus didukung oleh kebijakan pendidikan yang dibuat oleh pemerintah daerah.

Dia menegaskan, jika tidak ada dukungan pemerintah daerah maka Kemendikbud akan kesulitan untuk melaksanakan kurikulum yang dimulai pada tahun ajaran baru nanti.

Guru Besar Statistik IPB ini menjelaskan, Kemendikbud tidak berani mengambil sampel sekolah yang belum bermutu bagus karena pada tahap awal ini pemerintah menginginkan program kurikulum ini berhasil dilakukan.

Keberhasilan ini akan menjadi pembelajaran bagi Kemendikbud untuk melihat indicator dan factor apa saja yang menjadi penentu keberhasilan yang selanjutnya diverifikasi lebih lanjut di lapangan.

"Jadi kalau ambil sekolah yang katakanlah tidak siaap itu kan seperti mempertaruhkan nasib siswa. kita tidak mau begitu, siswa harus dilindungi. Jadi sekolah yang siap dulu yang kita terapkan. Memang sekolah bagus kemungkinan akan berhasil. Dari situ ada proses pembelajaran. Namun ketika sudah dapat sekolah yang masih belum siap akan kami terus perbaiki," terang Khairil.

Dia menerangkan, sekolah yang akan melaksanakan kurikulum langsung dipilih oleh Kemendikbud berdasarkan data yang ada. Setelah itu, akan ada tim yang memverifikasi di lapangan.

Kemendikbud akan mengkomunikasikan pilihan itu kepada pemerintah daerah untuk urun rembuk menentukan pilihan sekolah. Selain melatih guru, ujarnya, pihaknya juga akan melakukan pendampingan.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved