SBY harus banyak belajar

Selasa, 05 Februari 2013 - 19:24 WIB
SBY harus banyak belajar
SBY harus banyak belajar
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk bisa belajar lebih banyak lagi untuk akhirnya bisa menjadi Presiden Republik Indonesia (RI).

Hal tersebut menyusul ketidaktepatan penyampaian pidato SBY sebagai kapasitas kepala negara, yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera menentukan status hukum dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Pasalnya, hingga saat ini banyak pihak mengklaim, jatuhnya elektabilitas partai, dikarenakan tersangkutnya Anas dalam kasus dugaan korupsi Hambalang.

“Presiden dimana harus bertindak secara hukum, dia bertindak secara politik dan juga sebaliknya. Belajar dulu jadi presiden kayanya,“ kata pengamat hukum pidana Gandjar Laksmana saat dihubungi Sindonews, Selasa (5/2/2013).

Menurut Gandjar, apa yang sudah dilakukan SBY bukan lagi kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang ingin menyelamatkan partainya. Namun, sebagai kepala negara yang melakukan kesalahan dalam mengeluarkan pernyataan dan berujung pada intervensi terhadap KPK.

“Kesini kan tentu yang dibutuhkan tindakan politik beliau. Sehubungan dengan tersangka internal Partai Demokrat, sehubungan dengan posisi Anas. Jadi yang diharapkan pertimbangan politik. Jadi kalau hanya mengharapkan itu boleh-boleh saja. Tapi kalau tekanan itu tidak pada tempatnya,“ tandasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY secara tegas meminta, KPK untuk segera menuntaskan sejumlah kasus yang menimpa kader Partai Demokrat, termasuk Anas.

Kata SBY, jika seorang kader partai berlambang bintang mercy itu dinyatakan bersalah, pihaknya akan menerima kenyataan tersebut. Namun, jika seorang kader Partai Demokrat itu dinyatakan tak bersalah, pihaknya ingin dijelaskan, mengapa dinyatakan tak bersalah.

"Jika salah, ya kita terima memang salah. Kalau tidak salah, kami juga ingin tahu kalau itu tidak salah. Termasuk Ketua Umum PD, Anas Urbanigrum yang juga diperiksa dan dicitrakan publik secara luas di tanah air sebagai bersalah atau terlibat dalam korupsi ini, meskipun KPK belum menentukan hasil pemeriksaan," ujar Presiden SBY di Jeddah, Arab Saudi, Senin 4 Februari 2013.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved