Marzuki minta elite Demokrat hati-hati bicara
Senin, 04 Februari 2013 - 13:09 WIB
Marzuki minta elite Demokrat hati-hati bicara
A
A
A
Sindonews.com- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie meminta agar petinggi Demokrat bisa duduk bersama dalam menyikapi hasil survei SMRC bahwa elektabilitas mereka merosot. Ia juga meminta agar petinggi partai berlambang Mercy itu tidak sembarangan bicara ke publik yang akhirnya menjadi polemik di internal mereka.
"Saya menyerukan kepada pimpinan partai, dewan pembina atau pun yang lain untuk duduk bersama. Jangan berikan statment sendiri, dengan duduk bersama kita akan bicara. Urusan internal jangan diungkapkan dan dapat diselesaikan dengan dingin," jelas Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2013).
Marzuki melanjutkan, sebagai Partai Demokrat harus menerima hasil survei yang dikeluarkan oleh SMRC. Karena Ia juga mengakui bahwa banyak kader Demokrat yang tersandung kasus korupsi.
"Ya, mau enggak mau memang banyak yang terlibat. Walaupun kader utama tapi terlibat kasus korupsi, makanya mempengaruhi (elektabilitas)," tukasnya.
Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI ini enggan mengomentari terlalu banyak terkait dengan hasil survei SMRC itu. Ia khawatir bisa mengeluarkan polemik baru di internal partainya. "Tapi saya tidak mau berpolemik," tandasnya.
Sekadar informasi, SMRC merilis bahwa survei Demokrat turun drastis. Dalam survei itu, jika pemilu dilaksanakan tahun ini maka dukungan suara yang Demokrat peroleh hanya 8,3 persen, di bawah perolehan pada April-Juli 2008 yang mencapai 8,7 persen.
Dengan hasil itu, Demokrat berada di bawah Partai Golkar yang mendapatkan 21,3 persen, sedangkan PDIP 18,2 persen.
"Saya menyerukan kepada pimpinan partai, dewan pembina atau pun yang lain untuk duduk bersama. Jangan berikan statment sendiri, dengan duduk bersama kita akan bicara. Urusan internal jangan diungkapkan dan dapat diselesaikan dengan dingin," jelas Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2013).
Marzuki melanjutkan, sebagai Partai Demokrat harus menerima hasil survei yang dikeluarkan oleh SMRC. Karena Ia juga mengakui bahwa banyak kader Demokrat yang tersandung kasus korupsi.
"Ya, mau enggak mau memang banyak yang terlibat. Walaupun kader utama tapi terlibat kasus korupsi, makanya mempengaruhi (elektabilitas)," tukasnya.
Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI ini enggan mengomentari terlalu banyak terkait dengan hasil survei SMRC itu. Ia khawatir bisa mengeluarkan polemik baru di internal partainya. "Tapi saya tidak mau berpolemik," tandasnya.
Sekadar informasi, SMRC merilis bahwa survei Demokrat turun drastis. Dalam survei itu, jika pemilu dilaksanakan tahun ini maka dukungan suara yang Demokrat peroleh hanya 8,3 persen, di bawah perolehan pada April-Juli 2008 yang mencapai 8,7 persen.
Dengan hasil itu, Demokrat berada di bawah Partai Golkar yang mendapatkan 21,3 persen, sedangkan PDIP 18,2 persen.
(kri)