Kinerja SBY ikut sumbang merosotnya Demokrat
Senin, 04 Februari 2013 - 08:30 WIB
Kinerja SBY ikut sumbang merosotnya Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Merosotnya elektabilitas Partai Demokrat, sesungguhnya bukan sesuatu yang mengejutkan.
Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, seharusnya Demokrat masih bersyukur berada di urutan ketiga setelah Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) seperti hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)
"Saya pikir itu bukan angka yang mengejutkan, sebaliknya, PD mestinya bersyukur. Dengan berbagai masalah internal yang muncul, elektabilitasnya masih cukup lumayan," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kepada Sindonews, Senin (4/2/2013).
Menurut Ray, merosotnya elektabilitas Demokrat cukup beralasan dengan sikon yang ada sekarang, seperti misalnya perpecahan kubu Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan juga banyak dari pengurus Demokrat yang tertangkap karena korupsi tentu mempengaruhi tingkat elektabilitasnya.
"Dan jangan lupa, kinerja SBY dalam kepemimpinannya juga ikut menyumbangkan turunnya pamor Partai Demokrat di mata publik," tukas Ray.
Sehingga, apa yang diriliskan oleh SMRC, lanjut Ray, sepatutnya Demokrat mensyukurinya, karena angka itu masih dalam hitungan lumayan baik. Hanya saja, trendnya memang terus menerus menurun.
Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, seharusnya Demokrat masih bersyukur berada di urutan ketiga setelah Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) seperti hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)
"Saya pikir itu bukan angka yang mengejutkan, sebaliknya, PD mestinya bersyukur. Dengan berbagai masalah internal yang muncul, elektabilitasnya masih cukup lumayan," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kepada Sindonews, Senin (4/2/2013).
Menurut Ray, merosotnya elektabilitas Demokrat cukup beralasan dengan sikon yang ada sekarang, seperti misalnya perpecahan kubu Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan juga banyak dari pengurus Demokrat yang tertangkap karena korupsi tentu mempengaruhi tingkat elektabilitasnya.
"Dan jangan lupa, kinerja SBY dalam kepemimpinannya juga ikut menyumbangkan turunnya pamor Partai Demokrat di mata publik," tukas Ray.
Sehingga, apa yang diriliskan oleh SMRC, lanjut Ray, sepatutnya Demokrat mensyukurinya, karena angka itu masih dalam hitungan lumayan baik. Hanya saja, trendnya memang terus menerus menurun.
(lns)