Kader korup, Demokrat jadi public enemy

Senin, 04 Februari 2013 - 06:01 WIB
Kader korup, Demokrat...
Kader korup, Demokrat jadi public enemy
A A A
Sindonews.com - Semakin jebloknya dukungan terhadap Partai Demokrat seperti hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) seharusnya tak perlu melahirkan kegelisahan atau saling menyalahkan antar kader.

Partai Demokrat harus menyadari, sebagai partai politik (parpol) yang beberapa kadernya terseret kasus korupsi maka akan sulit meraih dukungan tinggi dari rakyat. Dibutuhkan waktu, juga kerja keras untuk memulihkan citra partai.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah berpendapat, menjadi konsekuensi logis apabila posisi Demokrat di bawah Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti hasil survei SMRC.

Dalam survei SMRC disebutkan dukungan terhadap Demokrat hanyalah 8,3 persen, lebih rendah dibanding Golkar, yang mencapai 21,3 persen, dan PDIP 18,2 persen.

"8,3 persen sudah bagus itu. Harusnya dia 6 persen saja, atau angkanya di bawah itu lagi," ujar Iberamsjah kepada Sindonews, Senin (4/2/2013).

Menurutnya, masih sangat sulit bagi parpol yang telah menjadi public enemy bisa mendongkrak dukungan. Banyaknya kader yang terjerat kasus korupsi, Demokrat menjadi parpol yang dimusuhi masyarakat.

"Korupsi itu kan musuh masyarakat, kalau parpolnya sudah korup, otomatis Demokrat musuh masyarakat, bagaiamana bisa mendapatkan dukungan," tukas Iberamsjah.

Iberamsjah sangat yakin, Pemilu 2014 ini, Demokrat bakal dijauhi masyarakat, dalam kondisi seperti itu parpol besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akan mendekati kehancuran.

Ditambah dengan dugaan kuat keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam perkara korupsi. Kondisi itu menambah semakin terpuruknya elektabilitas Partai Demokrat.

"Sebaiknya Anas, dan petinggi yang terindikasi korupsi segera mundur, jika tidak Demokrat akan semakin hancur lebur di Pemilu 2014 nanti," duga Iberamsjah.
(lns)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved