Politikus 'tua' Demokrat ancam lengserkan Anas lewat KLB
Minggu, 03 Februari 2013 - 19:51 WIB
Politikus 'tua' Demokrat ancam lengserkan Anas lewat KLB
A
A
A
Sindonews.com- Melorotnya elektabilitas Partai Demokrat ditengarai salah satu penyebabnya karena nama Ketua Umum PD Anas Urbaningrum diduga terlibat kasus korupsi. Oleh karena itu, Partai Demokrat tetap menunggu keputusan KPK mengenai kejelasan nasib Anas.
"Soal AU kita tunggu keputusan KPK. Selama KPK enggak mengumumkan, enggak bisa bertindak apa-apa. Kita enggak boleh mendahului KPK. Tapi partai harus diselamatkan, saya yakin bisa," kata Jero Wacik di kediamannya, Sektor 9, Bintaro Jaya, Tanggerang, Minggu (3/2/2013).
Bahkan, jika harus digelar kongres luar biasa (KLB) maka Majelis Tinggi Demokrat dinilai berwenang demi menyelamatkan partai. Pasalnya, elektabilitas Partai Demokrat di angka delapan dianggap sudah sangat mengkhawatirkan.
"Satu-satunya peluang adalah Majelis Tinggi yang turun tangan. Mau pake KLB, beliau lah (majelis tinggi) yang punya semua pasal," kata Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini.
Ia melanjutkan, jika SBY sudah sampai di tanah air maka lima menteri Demokrat, yakni Menteri Koperasi dan UMKM Syarief Hasan, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo, dan dirinya sebagai Menteri ESDM beserta sejumlah gubernur akan segera menghadap SBY untuk mengambil langkah strategi partai.
Kendati demikian, Jero tidak secara gamblang menyebut Anas harus mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, jika ada kesadaran demi kepentingan partai dinilai lebih baik.
"Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Anas sudah menyandera jelas. Kelihatannya memang gitu. Sebenarnya sudah pernah diomongin dengan Anas, dia juga bilang tidak tahu," pungkasnya.
"Soal AU kita tunggu keputusan KPK. Selama KPK enggak mengumumkan, enggak bisa bertindak apa-apa. Kita enggak boleh mendahului KPK. Tapi partai harus diselamatkan, saya yakin bisa," kata Jero Wacik di kediamannya, Sektor 9, Bintaro Jaya, Tanggerang, Minggu (3/2/2013).
Bahkan, jika harus digelar kongres luar biasa (KLB) maka Majelis Tinggi Demokrat dinilai berwenang demi menyelamatkan partai. Pasalnya, elektabilitas Partai Demokrat di angka delapan dianggap sudah sangat mengkhawatirkan.
"Satu-satunya peluang adalah Majelis Tinggi yang turun tangan. Mau pake KLB, beliau lah (majelis tinggi) yang punya semua pasal," kata Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini.
Ia melanjutkan, jika SBY sudah sampai di tanah air maka lima menteri Demokrat, yakni Menteri Koperasi dan UMKM Syarief Hasan, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo, dan dirinya sebagai Menteri ESDM beserta sejumlah gubernur akan segera menghadap SBY untuk mengambil langkah strategi partai.
Kendati demikian, Jero tidak secara gamblang menyebut Anas harus mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Menurutnya, jika ada kesadaran demi kepentingan partai dinilai lebih baik.
"Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Anas sudah menyandera jelas. Kelihatannya memang gitu. Sebenarnya sudah pernah diomongin dengan Anas, dia juga bilang tidak tahu," pungkasnya.
(kri)