Beasiswa pejabat publik, studi di Harvard Kennedy School

Minggu, 03 Februari 2013 - 18:47 WIB
Beasiswa pejabat publik,...
Beasiswa pejabat publik, studi di Harvard Kennedy School
A A A
Sindonews.com - Para pemimpin, pembuat dan pengambil kebijakan, akademisi, dan peneliti kebijakan publik diharapkan dapat mengambil kesempatan untuk studi di Harvard Kennedy School. Adapun kuota pelatihan atau kursus singkat bagi pejabat publik sebanyak 40 peserta, dan akan dilaksanakan sekitar tiga minggu.
Hal ini terkait adanya kerja sama antara Harvard Kennedy School dengan Rawajali Foundation yang menawarkan beasiswa bagi para pejabat publik untuk mengembangkan kapasitas dan penelitian pada bidang kebijakan publik di Indonesia.

"Sasarannya, kalau melihat sifat keilmuannya ya officer pemerintahan. Ada dua program, executive education untuk 40 peserta, bagi pejabat publik, dan ada program S2 dibidang kebijakan publik dan administrasi publik, selama satu atau dua tahun," ujar Direktur Rajawali Foundation, Agung Bintoro, Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Dia menjelaskan, program tersebut menitikberatkan pada pendidikan dan pelatihan eksekutif serta riset dibidang kebijakan publik. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pemimpin dan para pengambil keputusan kebijakan publik di Indonesia.

"Melalui program pendidikan, pelatihan, dan riset, diharapkan para pemimpin dan pembuat kebijakan dapat mengidentifikasi masalah, mendapatkan pemahaman atau pengetahuan, dan merumuskan kebijakan terkait," terangnya.

Diharapkan, setelah para pejabat publik tersebut mengikuti studi tersebut dapat mengimplementasi ilmu yang didapat. Menurutnya, kebijakan publik itu akan memiliki dampak besar kepada masyarakat.
"Kebijakan publik itu yang menikmati masyarakat yang dipimpinnya, atau orang yang ada di lembaga itu," imbuh Agung.

Selain beasiswa, pihaknya juga menawarkan hibah penelitian. Bagi masyarakat Indonesia yang tertarik untuk melakukan penelitian dibidang kebijakan publik, dapat menyerahkan proposal untuk mendapatkan bantuan hibah yang dimaksud. "Proposal bisa dikirim ke Rajawali Foundation atau langsung ke Harvard Kennedy School," terangnya.
(kur)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved