Demokrat terpuruk, SBY diminta turun tangan
Minggu, 03 Februari 2013 - 18:46 WIB
Demokrat terpuruk, SBY diminta turun tangan
A
A
A
Sindonews.com- Elektabilitas Partai Demokrat tak kunjung beranjak naik. Hal ini bisa dilihat dari hasil survei terbaru Saiful Mujani Research & Counsulting (SMRC). Alhasil, banyak elit partai meminta dilakukan tindakan cepat karenaPemilu 2014 sudah di depan mata.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun langsung kepada masyarakat untuk memulihkan nama baik partai.
"SBY turun langsung membesarkan partai. Kalau tidak saya khawatir nasib Partai Demokrat akan semakin memprihatinkan," ujar Syarif saat menggelar jumpa pers di kediamanya di Widya Candra, Jakarta, Minggu (3/2/2013).
Partai Demokrat, kata Syarief, masih sangat identik dengan Presiden SBY sebagai penggagas partai. Sehingga masih dibutuhkan caampur taangannya. Jika tidak segera mengambil langkah, Menteri Koperasi dan UKM itu khawatir Partai Demokrat semakin terpuruk.
"Demokrat identik dengan SBY. Kalau sekarang ini Demokrat turun, elektabilitas SBY justru naik. Ini sangat memprihatinkan," kata dia.
Syarief menilai, angka delapan persen yang baru dirilis SMRC sudah angka sangat minimal. Maka kader berlambang mercy harus bekerja keras untuk memulihkan citranya.
"Kalau delapan persen ini sudah SOS, saya sangat sedih sekali. Tetapi saya yakin kita akan bangkit, syaratnya Pak SBY harus turun," tegasnya.
Seperti diketahui, dari hasil survei SMRC, posisi pertama jika pemilu dilakukan sekarang ditempati oleh Partai Golkar dengan perolehan 21,3 persen, PDI Perjuangan 18,2 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, Partai Gerindra 7,2 persen, dan PKB 5,6 persen.
Sedangkan partai baru yakni Partai NasDem memperoleh 5,2 persen, PPP 4,1 persen, PKS 2,7 persen, PAN 1,5 persen, serta partai lain 3,1 persen. Sedangkan 21,4 persen belum menentukan pilihan.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun langsung kepada masyarakat untuk memulihkan nama baik partai.
"SBY turun langsung membesarkan partai. Kalau tidak saya khawatir nasib Partai Demokrat akan semakin memprihatinkan," ujar Syarif saat menggelar jumpa pers di kediamanya di Widya Candra, Jakarta, Minggu (3/2/2013).
Partai Demokrat, kata Syarief, masih sangat identik dengan Presiden SBY sebagai penggagas partai. Sehingga masih dibutuhkan caampur taangannya. Jika tidak segera mengambil langkah, Menteri Koperasi dan UKM itu khawatir Partai Demokrat semakin terpuruk.
"Demokrat identik dengan SBY. Kalau sekarang ini Demokrat turun, elektabilitas SBY justru naik. Ini sangat memprihatinkan," kata dia.
Syarief menilai, angka delapan persen yang baru dirilis SMRC sudah angka sangat minimal. Maka kader berlambang mercy harus bekerja keras untuk memulihkan citranya.
"Kalau delapan persen ini sudah SOS, saya sangat sedih sekali. Tetapi saya yakin kita akan bangkit, syaratnya Pak SBY harus turun," tegasnya.
Seperti diketahui, dari hasil survei SMRC, posisi pertama jika pemilu dilakukan sekarang ditempati oleh Partai Golkar dengan perolehan 21,3 persen, PDI Perjuangan 18,2 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, Partai Gerindra 7,2 persen, dan PKB 5,6 persen.
Sedangkan partai baru yakni Partai NasDem memperoleh 5,2 persen, PPP 4,1 persen, PKS 2,7 persen, PAN 1,5 persen, serta partai lain 3,1 persen. Sedangkan 21,4 persen belum menentukan pilihan.
(kri)