PKS pastikan pengganti Anis di DPR tokoh senior
Jum'at, 01 Februari 2013 - 17:36 WIB
PKS pastikan pengganti Anis di DPR tokoh senior
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini tengah mencari pengganti Anis Matta sebagai Wakil Ketua DPR RI. Sebab, setelah terpilih sebagai Presiden PKS, Anis Matta dipastikan mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR RI itu.
Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, pengganti Anis di DPR nantinya adalah tokoh senior yang mampu memanajemen DPR. DPR sebagai lembaga terhormat maka dibutuhkan orang yang senior untuk mengisi kursi tersebut.
"Tokoh yang cukup senior (pengganti Anis), mampu manajemen di DPR. Karena DPR lembaga terhormat," jelas Hidayat usai pengumuman Presiden PKS di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
Menurutnya, dalam posisi tersebut tokoh senior dibutuhkan untuk bisa merealisasikan keinginan partai termasuk mengenai aspirasi masyarakat yang masuk di DPR. "Membutuhkan sosok senior yang bisa merealisasikan keinginan partai ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Anis Matta mengatakan, penggantinya nanti di DPR juga akan melalui mekanisme voting atau pemungutan suara terbanyak.
"Pengganti saya belum dibahas, perlu ditanyakan ke DPP siapa suara terbanyak di bawah saya dan ikuti prosedur di KPU," pungkasnya.
Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, pengganti Anis di DPR nantinya adalah tokoh senior yang mampu memanajemen DPR. DPR sebagai lembaga terhormat maka dibutuhkan orang yang senior untuk mengisi kursi tersebut.
"Tokoh yang cukup senior (pengganti Anis), mampu manajemen di DPR. Karena DPR lembaga terhormat," jelas Hidayat usai pengumuman Presiden PKS di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
Menurutnya, dalam posisi tersebut tokoh senior dibutuhkan untuk bisa merealisasikan keinginan partai termasuk mengenai aspirasi masyarakat yang masuk di DPR. "Membutuhkan sosok senior yang bisa merealisasikan keinginan partai ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Anis Matta mengatakan, penggantinya nanti di DPR juga akan melalui mekanisme voting atau pemungutan suara terbanyak.
"Pengganti saya belum dibahas, perlu ditanyakan ke DPP siapa suara terbanyak di bawah saya dan ikuti prosedur di KPU," pungkasnya.
(lns)