Presidennya kena badai, PKS Depok mencoba tenang
Kamis, 31 Januari 2013 - 14:43 WIB
Presidennya kena badai, PKS Depok mencoba tenang
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok mengaku enggan berkomentar banyak terkait kasus dugaan suap impor daging sapi.
Diketahui, dalam kasus ini melibatkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan status tersangka. Saat ini kantor DPD PKS Depok di Jalan Margonda Raya, terlihat sepi hanya dijaga oleh beberapa anggota.
Hanya terdengar dari dalam kantor suara televisi yang terus menyiarkan soal dugaan keterlibatan Presiden PKS. Humas DPD PKS Depok El Shanti Yuliana mengatakan, pihaknya mencoba tenang menghadapi masalah yang menerpa partai berlambang bulan sabit dan padi itu.
"Kami tetap tenang, tetap menjalankan agenda-agenda seperti biasa. Banyak berdoa dan menjaga kesolidan," ungkapnya kepada wartawan, di Depok, Jawa Barat, Kamis (31/01/2013).
Sementara itu Ketua DPD PKS Depok Suparyono menambahkan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPP. Namun menurutnya, PKS Depok tidak terpengaruh kasus tersebut.
"Kami belum bisa bicara, itu kewenangan DPP, kami tetap biasa-biasa saja, tidak terpengaruh," paparnya.
Sementara Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, penangkapan dalam kasus tersebut merupakan permasalahan pangan dan menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga dengan adanya peristiwa tersebut dirinya meyakini turut membantu kesejahteraan masyarakat.
"Suap menyuap terkait itu (impor daging) sudah menjadi soal ketahanan pangan dan nasional interest," jelas Bambang dalam diskusi 'Memiskinkan Koruptor melalui Penerapan Pasal Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang' di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Diketahui, dalam kasus ini melibatkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan status tersangka. Saat ini kantor DPD PKS Depok di Jalan Margonda Raya, terlihat sepi hanya dijaga oleh beberapa anggota.
Hanya terdengar dari dalam kantor suara televisi yang terus menyiarkan soal dugaan keterlibatan Presiden PKS. Humas DPD PKS Depok El Shanti Yuliana mengatakan, pihaknya mencoba tenang menghadapi masalah yang menerpa partai berlambang bulan sabit dan padi itu.
"Kami tetap tenang, tetap menjalankan agenda-agenda seperti biasa. Banyak berdoa dan menjaga kesolidan," ungkapnya kepada wartawan, di Depok, Jawa Barat, Kamis (31/01/2013).
Sementara itu Ketua DPD PKS Depok Suparyono menambahkan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPP. Namun menurutnya, PKS Depok tidak terpengaruh kasus tersebut.
"Kami belum bisa bicara, itu kewenangan DPP, kami tetap biasa-biasa saja, tidak terpengaruh," paparnya.
Sementara Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, penangkapan dalam kasus tersebut merupakan permasalahan pangan dan menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga dengan adanya peristiwa tersebut dirinya meyakini turut membantu kesejahteraan masyarakat.
"Suap menyuap terkait itu (impor daging) sudah menjadi soal ketahanan pangan dan nasional interest," jelas Bambang dalam diskusi 'Memiskinkan Koruptor melalui Penerapan Pasal Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang' di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
(maf)