Pagi ini Presiden PKS akan ditahan KPK?
Kamis, 31 Januari 2013 - 01:51 WIB
Pagi ini Presiden PKS akan ditahan KPK?
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang dilanda musibah besar. Pasalnya, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap impor daging sapi.
Bahkan, KPK tidak mau ketinggalan jejak Luthfi. Lembaga anti korupsi itu menjemput Luthfi di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Namun, hingga kini pemeriksaan terhadap anggota Komisi I DPR itu terus berjalan. "Masih diperiksa sebagai tersangka. Besok (pagi) diangkut (ditahan)," ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013) dini hari.
Saat ini, KPK tengah memindahkan tiga tersangka kasus yang sama ke sejumlah rumah tahanan. Ketiga tersangka itu merupakan hasil tangkap tangan KPK saat melakukan transaksi suap di Hotel Le'Meridien, Jakarta, Selasa kemarin.
"AF mau dibawa ke Rutan KPK, AAE ke Cipinang, JE ke Salemba," imbuh Johan.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menggagalkan upaya penyuapan terkait pelolosan PT Indoguna Utama sebagai importir daging sapi ke Indonesia. Upaya itu bisa dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai akan dilakukannya transaksi untuk melancarkan proyek tersebut.
Berdasarkan laporan itu pihak KPK langsung melakukan tindakan untuk menangkap basah transaksi yang nilainya mencapai Rp1 miliar itu. Hasilnya empat orang tertangkap tangan. Yang diduga kuat bernama Juardi Effendi (JE), Arya Abdi Effendi (AAE), Ahmad Fathanah (AF) serta Maharani (M).
"Dari hasil mengikuti AF kita peroleh informasi ada serah terima uang di PT Indoguna Utama,“ jelasnya.
Kemudian, proses transaksi itu pun berjalan seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Di dalam kantor tersebut, proses transaksi berlangsung antara JE, AAF yang kemudian diterima AF yang merupakan orang kepercayaan LHI.
"Setelah serah terima, AF langsung meluncur ke hotel di Jakarta dari sana dia akan menemui seseorang. Sementara JE dan AAE meninggalkan PT Indoguna," terangnya.
Pasca serah terima itu, penyidik KPK pun kemudian langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap AF. Proses penangkapan itu pun akhirnya dilakukan di Hotel Le Meridien sekira pukul 20.20 WIB.
"Dari penangkapan itu, kami mengamankan AF bersama-sama dengan seorang wanita berinisal M (Maharani)," bebernya.
Bahkan, KPK tidak mau ketinggalan jejak Luthfi. Lembaga anti korupsi itu menjemput Luthfi di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Namun, hingga kini pemeriksaan terhadap anggota Komisi I DPR itu terus berjalan. "Masih diperiksa sebagai tersangka. Besok (pagi) diangkut (ditahan)," ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013) dini hari.
Saat ini, KPK tengah memindahkan tiga tersangka kasus yang sama ke sejumlah rumah tahanan. Ketiga tersangka itu merupakan hasil tangkap tangan KPK saat melakukan transaksi suap di Hotel Le'Meridien, Jakarta, Selasa kemarin.
"AF mau dibawa ke Rutan KPK, AAE ke Cipinang, JE ke Salemba," imbuh Johan.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menggagalkan upaya penyuapan terkait pelolosan PT Indoguna Utama sebagai importir daging sapi ke Indonesia. Upaya itu bisa dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai akan dilakukannya transaksi untuk melancarkan proyek tersebut.
Berdasarkan laporan itu pihak KPK langsung melakukan tindakan untuk menangkap basah transaksi yang nilainya mencapai Rp1 miliar itu. Hasilnya empat orang tertangkap tangan. Yang diduga kuat bernama Juardi Effendi (JE), Arya Abdi Effendi (AAE), Ahmad Fathanah (AF) serta Maharani (M).
"Dari hasil mengikuti AF kita peroleh informasi ada serah terima uang di PT Indoguna Utama,“ jelasnya.
Kemudian, proses transaksi itu pun berjalan seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Di dalam kantor tersebut, proses transaksi berlangsung antara JE, AAF yang kemudian diterima AF yang merupakan orang kepercayaan LHI.
"Setelah serah terima, AF langsung meluncur ke hotel di Jakarta dari sana dia akan menemui seseorang. Sementara JE dan AAE meninggalkan PT Indoguna," terangnya.
Pasca serah terima itu, penyidik KPK pun kemudian langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap AF. Proses penangkapan itu pun akhirnya dilakukan di Hotel Le Meridien sekira pukul 20.20 WIB.
"Dari penangkapan itu, kami mengamankan AF bersama-sama dengan seorang wanita berinisal M (Maharani)," bebernya.
(mhd)