Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah

Selasa, 29 Januari 2013 - 18:12 WIB
Tenaga psikolog mutlak...
Tenaga psikolog mutlak dimiliki sekolah
A A A
Sindonews.com - Keberadaan tenaga psikolog di sekolah dinilai sangat diperlukan. Selain mampu menjadi penilai perkembangan mental siswa.

Keberadaan psikolog, khususnya di Sekolah Dasar (SD) mampu menilai kesiapan siswa dalam menerima pengetahuan berkelanjutan.

"Setiap sekolah memang sebaiknya memiliki psikolog. Dengan adanya psikolog, perkembangan bakat dan minat anak bisa terpantau dengan baik. Termasuk perkembangan mental anak yang nantinya akan berpengaruh dalam pergaulan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji, di Yogyakarta, Selasa (29/1/2013).

Aji menuturkan, di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan berpikirnya saja, tapi perkembangan mentalnya juga harus diperhatikan.

Masalah usia minimal untuk masuk SD masih saja menjadi perdebatan. Meski telah ada peraturan persyaratan masuk SD harus minimal tujuh tahun, namun pada prakteknya masih ada sekolah yang menerima murid baru di bawah usia yang telah disyaratkan tersebut.

"Berdasarkan kajian ilmu kejiwaan, usia minimal masuk SD wajib tujuh tahun. Usia enam tahun pun sebenarnya masih bisa masuk, tetapi untuk usia di bawah enam tahun harus disertai surat dari psikolog. Surat rekomendasi psikolog ini cukup penting guna mengetahui perkembangan kejiwaan siswa," jelasnya.

Dikatakan Aji, usia tujuh tahun merupakan masa yang paling ideal secara mental bagi anak untuk mengenal pengetahuan. Karena bila diukur secara kognitif, ada juga anak yang berusia di bawah tujuh tahun namun sudah memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyampaikan, sekolah tidak diwajibkan menerima murid berdasarkan patokan umur.

Meski agak kurang setuju dengan pemahaman tersebut karena tidak ada penjelasan terperinci, Aji menegaskan, DIY tetap menjalankan aturan yang telah ada.

Dan dengan belum adanya tenaga psikologi di sekolah-sekolah, utamanya SD, untuk membantu menilai kondisi mental siswa, Disdikpora DIY menyarankan tiap SD bekerja sama dengan pihak PAUD atau TK sekitarnya.

"Cara ini dapat membantu mengetahui karakteristik setiap anak yang akan masuk ke SD. Termasuk juga mengetahui apakah anak tersebut berkebutuhan khusus yang akhirnya bisa diarahkan sebaik-baiknya. Anak berkebutuhan khusus ada baiknya masuk dalam sekolah inklusi untuk membantu kegiatan belajar mengajarnya," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved