Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013

Jum'at, 25 Januari 2013 - 20:10 WIB
Tidak semua SD melaksanakan...
Tidak semua SD melaksanakan kurikulum 2013
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2013/2014 mendatang.

Pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari kelas satu di tiap jenjang pendidikan dan tambahan pada kelas empat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).

"Perkembangan kurikulum 2013 sampai saat ini sudah memasuki masa sosialisasi. Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan mulai 2013/2014 pada kelas satu dan empat untuk SD. Namun untuk jenjang dasar, hanya akan ada 30 persen sekolah saja di seluruh Indonesia yang langsung menerapkan kurikulum baru," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji, di Yogyakarta, Jumat (25/1/2013).

Ditemui di ruang kerjanya, Aji menuturkan, SD yang akan melaksanakan kurikulum 2013 mulai pertengahan tahun ini akan ditentukan kemudian.

Sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA/SMK, kurikulum 2013 akan diimplementasikan juga hanya di kelas satu. Namun tidak seperti SD, semua sekolah untuk kedua jenjang ini serentak melaksanakan kurikulum 2013 tahun ini juga.

"Mengenai buku panduan kurikulum 2013, dari kementerian sudah menjanjikan akan memberikan dua macam yakni buku panduan bagi guru dan buku pegangan bagi para siswa. Untuk siswa SD, buku yang diberikan berdasarkan pelajaran tematik sesuai kurikulum baru, sedangkan untuk SMP dan SMA/SMK buku pegangan diberikan permata pelajaran. Buku-buku ini pun diberikan secara gratis," ungkap Aji.

Dan menjawab kegelisahan masyarakat akan pendidikan sains dan sosial dengan dihilangkannya mata pelajaran IPA dan IPS, dikatakan Aji, Kemendikbud telah sepakat menghadirkan kembali kedua mata pelajaran tersebut di kelas empat SD. Ini membuat siswa SD kelas 4-6 akan mendapat delapan mata pelajaran namun tetap dilaksanakan dengan metode pembelajaran tematik.

"Untuk mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi memang dihilangkan. Alasannya TIK bukan lagi menjadi mata pelajaran, namun langsung diaplikasikan dan menjadi sarana dalam proses pembelajaran. Tapi jika memang kebanyakan siswa belum menguasai TIK, masih boleh masuk dalam pembelajaran yakni pada mata pelajaran muatan lokal," jelasnya.

Disinggung mengenai pelatihan para guru, Aji menuturkan, pelatihan akan dimulai pada Maret 2013 mendatang. Pelatihan akan dilakukan selama enam bulan, namun masing-masing guru hanya akan menempuh pelatihan selama 52 hari. Untuk aturan bagi para guru sendiri seperti waktu mengajar minimal selama seminggu, tetap mengikuti aturan yang lama.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved