Anis Matta buka peluang artis nyaleg di PKS
Rabu, 16 Januari 2013 - 15:46 WIB
Anis Matta buka peluang artis nyaleg di PKS
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, setelah pengumuman nomor urut partai politik (Parpol) yang menempatkan PKS nomor tiga, kini partainya tengah fokus mensosialisasikan nomor tersebut.
"Fokus kami sampai April nanti, pertama mensosialisasikan nomor urut," kata Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2012).
Wakil Ketua DPR ini menjelaskan, saat ini PKS juga tengah mematangkan proses rekrutmen bakal calon anggota DPR, baik dari kader atau eksternal partai. Menurutnya, artis juga bisa menjadi pertimbangan jika dinilai bisa membantu mendongkrak suara PKS.
"Untuk kader sudah finalisasi, dan eksternaal sedang penjaringan. Tentunya mempertimbangkan integritas dan bisa mendulang suara," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, partainya juga berusaha melakukan proses rekrutmen anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai caleg. Namun, saat didesak untuk menyebutkan siapa saja anggota DPD yang masuk dalam proses rekrutmen PKS, Anis enggan menyebutkannya.
"Orang di DPD kan suaranya banyak, mereka suaranya riil (nyata), jadi namanya lebih lengket," pungkasnya.
"Fokus kami sampai April nanti, pertama mensosialisasikan nomor urut," kata Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2012).
Wakil Ketua DPR ini menjelaskan, saat ini PKS juga tengah mematangkan proses rekrutmen bakal calon anggota DPR, baik dari kader atau eksternal partai. Menurutnya, artis juga bisa menjadi pertimbangan jika dinilai bisa membantu mendongkrak suara PKS.
"Untuk kader sudah finalisasi, dan eksternaal sedang penjaringan. Tentunya mempertimbangkan integritas dan bisa mendulang suara," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, partainya juga berusaha melakukan proses rekrutmen anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai caleg. Namun, saat didesak untuk menyebutkan siapa saja anggota DPD yang masuk dalam proses rekrutmen PKS, Anis enggan menyebutkannya.
"Orang di DPD kan suaranya banyak, mereka suaranya riil (nyata), jadi namanya lebih lengket," pungkasnya.
(maf)