Kedaulatan pangan Indonesia harga mati

Senin, 14 Januari 2013 - 10:31 WIB
Kedaulatan pangan Indonesia...
Kedaulatan pangan Indonesia harga mati
A A A
Sindonews.com - Kedaulatan pangan adalah hak setiap bangsa dan hak setiap rakyat untuk memiliki kemampuan memproduksi dan memasarkan kebutuhan pokok secara mandiri.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Marwan Ja'far mengatakan, kedaulatan pangan akan terwujud, jika ketahanan pangan (food security) nasional bisa terwujud. Ketahanan pangan nasional akan terwujud jika produksi melebihi konsumsi.

"Badan Perdagangan Dunia (WTO) mendefinisikan ketahanan pangan sebagai ketersediaan pangan di pasar. Konsep ini dalam prakteknya memaksa rakyat dari negara-negara berkembang untuk memenuhi pangan negara-negara maju melalui mekanisme pasar bebas," kata Marwan dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin (14/1/2013).

Dengan kata lain, tambahnya, pangan telah menjadi bagian dari skema besar liberalisasi perdagangan dimana yang kuat akan menjadi subject market (penguasa pasar) sedangkan yang lemah akan selalu menjadi object market (korban pasar).

Maka itu, politikus PKB ini mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian produksi pangan, hal itu bisa dilakukan dengan membuat kebijakan yang mengarah pada peningkatan produksi pangan nasional.

"Misalnya meningkatkan pembangunan infrastruktur penunjang produksi pangan nasional, larangan impor bahan pangan, membuat varietes benih tanaman pangan unggulan nasional, dan lain sebagainya," ucapnya.

Selain itu dia mengatakan, distribusi pangan yaitu dengan adanya distribusi silang (cross distribution) pangan dari daerah yang surplus ke daerah yang minus produksi pangan, adanya larangan ekspor bahan pangan yang menjadi kebutuhan pangan nasional, larangan menimbun bahan pangan.

"Konsumsi pangan harus dikendalikan dengan cara mengalihkan makanan pokok masyarakat yang tadinya beras atau nasi sebagai makanan pokok bisa beralih ke bahan lain yang mempunyai karbohidrat yang sama, bahkan melebihi beras. Akan tetapi selama ini tidak menjadi perhatian pemerintah, seperti gandum, jagung, singkong, dan lain sebagainya," paparnya.

Marwan menjelaskan, audit produksi dan konsumsi kebutuhan pangan nasional harus segera dilakukan. Mengingat masih adanya kesimpangsiuran data kebutuhan pangan nasional dan produksi pangan nasional.

"Karena tanpa validitas data kebutuhan pangan nasional akan mempersulit kita untuk memenuhi kebutuhan produksi pangan nasional dan membuka peluang adanya praktek impor dan ekspor bahan pangan yang semakin menyengsarakan petani," urai anggota Komisi V DPR ini.

Dia mengatakan, perlu segera diantisipasi peraturan pelaksanaan agar Undang-undang (UU) tentang Pangan UU sebagai payung untuk ikhtiar merealisasikan ketahanan pangan nasional, yang merupakan penyempurnaan dari UU Nomor 7 1996 tentang Pangan untuk diimplementasikan.

"Segera dilaksanakan dengan baik, dan betul-betul terwujud demi kedaulatan pangan secara konkret untuk keberlangsungan kebutuhan dasar rakyat Indonesia," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved