Ivan benarkan Neneng petinggi PT Anugerah Nusantara

Selasa, 08 Januari 2013 - 18:15 WIB
Ivan benarkan Neneng...
Ivan benarkan Neneng petinggi PT Anugerah Nusantara
A A A
Sindonews.com - Mantan karyawan PT Anugerah Nusantara Ivan membenarkan, Neneng Sri Wahyuni merupakan petinggi perusahaan tersebut, bahkan dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dirinya mengaku pernah diwawancara oleh Neneng ketika hendak akan bergabung dalam perusahaan itu.

"Saya benar kenal dengan terdakwa (Neneng), pertama kenal ketika saya melamar kerja di PT Anugerah Nusantara, pertama saya di interview oleh Bapak Wiliam, lalu selanjutnya oleh Ibu Neneng," jelas Ivan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2013).

Ivan mengungkapkan, selama proses interview dengan Neneng dirinya membahas mengenai gaji yang ditawarkan oleh perusahaan.

"Ibu Neneng menawarkan saya dua setengah juta rupiah, tapi akhirnya saya terima digaji dua juta rupiah. Di situ saya diberikan form mengenai gaji," katanya.

Dia melanjutkan, kalau dirinya merupakan anak buah langsung Neneng ketika bekerja di perusahaan tersebut. Namun Ivan mengatakan, dirinya tidak satu ruangan dengan Neneng ketika bertugas.

"Ya saya di bawah Ibu Neneng, saya berbeda ruangan dengan Ibu (Neneng) yang mulia," jawabnya.

Sekadar informasi, hari ini Neneng menjalani persidangan dengan agenda penderangan saksi.

Dalam kasusnya, istri dari Muhammad Nazaruddin ini diduga melakukan intervensi terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Panitia Pengadaan dan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Satuan Kerja Direktorat Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan di Kemenakertrans yang bersumber pada APBN-P tahun 2008.

Dia juga diduga mengalihkan pekerjaan utama PT Alfindo Nuratama Perkasa sebagai pemenang, kepada PT Sundaya Indonesia dalam proses pelaksanaan pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan PLTS yang bertentangan dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Karenanya, Neneng dianggap telah memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu koorporasi. Meski dirinya sudah berulang kali membantah, namun sejumlah saksi yang hadir dalam persidangannya tetap menyatakan Neneng aktif di Permai Group dan ikut serta di proyek itu.
(mhd)
Berita Terkait
Kejati Usut Dugaan Korupsi...
Kejati Usut Dugaan Korupsi PLTS di Desa Terisolir Takalar
Tarik Investasi PLTS...
Tarik Investasi PLTS Atap, Pemerintah Selaraskan Regulasi
PLTS Untuk Energi Bersih
PLTS Untuk Energi Bersih
PLTS Atap Mulai Dibangun,...
PLTS Atap Mulai Dibangun, PLN Kantongi Izin 5.746 MW hingga 2028
Pemanfaatan PLTS Atap...
Pemanfaatan PLTS Atap untuk Mengurangi Emisi Karbon
Dorong Energi Bersih,...
Dorong Energi Bersih, ABCPI Pasang PLTS Atap di Pabrik Karawang
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Kaget PT Indofarma Terjerat Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved