AP II klaim sudah lakukan perawatan bandara
Senin, 31 Desember 2012 - 22:19 WIB
AP II klaim sudah lakukan perawatan bandara
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat Lion Air JT-718 bukan yang pertama tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Diketahui, sepanjang 2012, sudah lima pesawat mengalami hal yang sama.
Sekretaris PT Angkasa Pura II (AP II) Trisno Heriyadi menjelaskan, sebenarnya sejak tahun 2010 hingga 2011, pihaknya telah melakukan pelebaran landasan penerbangan sebesar 15 meter yang semula 30 meter, menjadi 45 meter.
"Pada kurun waktu yang sama, telah dilakukan pula upaya overlay (penebalan) pada beberapa bagian," kata Trisno dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (31/12/2012).
Selanjutnya, pada 2012, AP II bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (Lapi) Institut Teknologi Bandung (ITB), melakukan penelitian terhadap landasan pacu Bandara Supadio.
"Hasil penelitian tersebut merekomendasikan dilakukannya overlay terhadap landasan pacu secara menyeluruh dengan menggunakan hotmix formula khusus sesuai hasil kajian," ucapnya.
Dia melanjutkan pada 2012, PT AP II juga melakukan perbaikan dengan meningkatkan ketebalan landasan pacu di beberapa titik tertentu. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan genangan air jika hujan turun.
"Selain itu, masih pada tahun 2012, PT Angkasa Pura II juga telah melakukan perbaikan dengan meningkatkan ketebalan landasan pacu (leveling) pada titik-titik tertentu," ungkapnya.
Upaya lain yang telah dilakukan pada tahun 2012 adalah menguji tingkat kekesatan landasaan pacu dengan menggunakan Mu Meter. Hasil pengujian menyebutkan bahwa tingkat kekesatan runway Bandara Supadio masih di atas index 0.6.
"Di sisi lain, program perawatan penghilangan kandungan karet bekas tapak ban (rubber deposit) juga dilakukan dengan melakukan pengerokan permukaan landasan. Jika dikonversi dengan katentuan dalam document ICAO, level index tingkat kekesatan yang diperoleh dari hasil pengetesan masih berada di atas batas standar," cetusnya.
Sekretaris PT Angkasa Pura II (AP II) Trisno Heriyadi menjelaskan, sebenarnya sejak tahun 2010 hingga 2011, pihaknya telah melakukan pelebaran landasan penerbangan sebesar 15 meter yang semula 30 meter, menjadi 45 meter.
"Pada kurun waktu yang sama, telah dilakukan pula upaya overlay (penebalan) pada beberapa bagian," kata Trisno dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (31/12/2012).
Selanjutnya, pada 2012, AP II bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (Lapi) Institut Teknologi Bandung (ITB), melakukan penelitian terhadap landasan pacu Bandara Supadio.
"Hasil penelitian tersebut merekomendasikan dilakukannya overlay terhadap landasan pacu secara menyeluruh dengan menggunakan hotmix formula khusus sesuai hasil kajian," ucapnya.
Dia melanjutkan pada 2012, PT AP II juga melakukan perbaikan dengan meningkatkan ketebalan landasan pacu di beberapa titik tertentu. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan genangan air jika hujan turun.
"Selain itu, masih pada tahun 2012, PT Angkasa Pura II juga telah melakukan perbaikan dengan meningkatkan ketebalan landasan pacu (leveling) pada titik-titik tertentu," ungkapnya.
Upaya lain yang telah dilakukan pada tahun 2012 adalah menguji tingkat kekesatan landasaan pacu dengan menggunakan Mu Meter. Hasil pengujian menyebutkan bahwa tingkat kekesatan runway Bandara Supadio masih di atas index 0.6.
"Di sisi lain, program perawatan penghilangan kandungan karet bekas tapak ban (rubber deposit) juga dilakukan dengan melakukan pengerokan permukaan landasan. Jika dikonversi dengan katentuan dalam document ICAO, level index tingkat kekesatan yang diperoleh dari hasil pengetesan masih berada di atas batas standar," cetusnya.
(esn)