Ini kronologis tergelincirnya pesawat Lion Air JT 718
Senin, 31 Desember 2012 - 09:42 WIB
Ini kronologis tergelincirnya pesawat Lion Air JT 718
A
A
A
Sindonews.com - PT Angkasa Pura II (AP II), merilis kronologis tergelincirnya pesawat Lion Air JT 718 di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT AP II Trisno Heriyadi.
Dia menerangkan, awalnya pesawat tersebut telah berhasil mendarat dengan baik. Namun ketika akan membelok, salah satu roda sebelah kanan dari pesawat nahas itu keluar dari lokasi pendaratan dan masuk rumput sejauh 200 meter dari landasan.
"Pesawat ini touch down dengan sempurna saat itu. Namun ketika hendak berbelok, salah satu roda bagian kanan keluar dari runway dan masuk rumput sekitar 200 meter menjelang ujung landasan," jelas Trisno dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin (31/12/2012).
Dia melanjutkan, setelah kejadian pihaknya langsung melakukan prosedur penanganan penyelematan penumpang dengan menutup landasan dari aktifitas penerbangan.
"Seketika setelah insiden terjadi, Bandara Supadio langsung menjalankan prosedur penanggulangan kondisi darurat dengan menutup landasan dan mengupayakan proses penyelamatan terhadap penumpang," terang dia.
Dirinya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan pihaknya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan awak pesawat setelah kejadian.
"Alhamdulillah, yang terpenting tidak ada korban dari peristiwa ini,” papar Trisno.
Sebelumnya, Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-718 yang membawa 152 penumpang dan enam awak kabin, tergelincir di Bandara Supadio, Minggu 30 Desember 2012 malam. Pesawat itu merupakan pesawat terakhir yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Pontianak, pukul 20.53 WIB.
Dia menerangkan, awalnya pesawat tersebut telah berhasil mendarat dengan baik. Namun ketika akan membelok, salah satu roda sebelah kanan dari pesawat nahas itu keluar dari lokasi pendaratan dan masuk rumput sejauh 200 meter dari landasan.
"Pesawat ini touch down dengan sempurna saat itu. Namun ketika hendak berbelok, salah satu roda bagian kanan keluar dari runway dan masuk rumput sekitar 200 meter menjelang ujung landasan," jelas Trisno dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin (31/12/2012).
Dia melanjutkan, setelah kejadian pihaknya langsung melakukan prosedur penanganan penyelematan penumpang dengan menutup landasan dari aktifitas penerbangan.
"Seketika setelah insiden terjadi, Bandara Supadio langsung menjalankan prosedur penanggulangan kondisi darurat dengan menutup landasan dan mengupayakan proses penyelamatan terhadap penumpang," terang dia.
Dirinya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan pihaknya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan awak pesawat setelah kejadian.
"Alhamdulillah, yang terpenting tidak ada korban dari peristiwa ini,” papar Trisno.
Sebelumnya, Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-718 yang membawa 152 penumpang dan enam awak kabin, tergelincir di Bandara Supadio, Minggu 30 Desember 2012 malam. Pesawat itu merupakan pesawat terakhir yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Pontianak, pukul 20.53 WIB.
(rsa)