Partai koalisi akan meninggalkan pemerintah di 2013
Sabtu, 29 Desember 2012 - 18:45 WIB
Partai koalisi akan meninggalkan pemerintah di 2013
A
A
A
Sindonews.com - Tahun 2013 diyakini akan semakin banyak Partai Politik (Parpol) yang menjauh dari koalisi pemerintahan. Pasalnya, citra pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, terus menurun.
Pernyataan tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latif. Menurutnya, hal itu karena parpol ingin menjaga jarak.
"Pemerintah akan semakin sulit mengatur partai koalisi karena tidak ada satu partai pun yang ingin terlalu dekat dengan pemerintahan. Tentu mereka akan menjaga citranya dengan menjaga jarak," kata Yudi usai acara seminar yang bertemakan Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah, di Grand Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(29/12/2012).
Dia melanjutkan, atas hal ini maka Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, membuat persaingan parpol semakin sengit. Ditambah lagi dengan adanya beberapa parpol baru yang menjadi peserta pesta demokrasi itu.
"Tentu saja untuk Pemilu yang akan datang pacuan akan semakin ketat, apalagi kontestan baru yang kuat finansialnya, tentu akan menyandera partai lama untuk mengakumulasi modal. Sehingga ujungnya nantikan top of mind di publik akan menjadi penentu munculnya tokoh politik baru," ucapnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, di 2013 satu persatu kasus korupsi yang melibatkan parpol akan terbuka. Sehingga mereka akan diberikan gambaran dengan jelas partai mana yang harus dihindari untuk berkoalisi agar tidak menjatuhkan citranya.
"Kita juga tahu 2013 nanti satu persatu akan terkuak peran penting korupsi yang melibatkan parpol. Tentu saja di sini akan memberikan tekanan yang kuat pada pemerintah dan masyarakat yang ingin melihat kemajuan dari kasus Bank Century misalkan. Nah kalau kebuntuan ini terjadi, maka akan menstimulasi kelompok jalanan yang mencari jalannya sendiri untuk menemukan kepastian politik ini," pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latif. Menurutnya, hal itu karena parpol ingin menjaga jarak.
"Pemerintah akan semakin sulit mengatur partai koalisi karena tidak ada satu partai pun yang ingin terlalu dekat dengan pemerintahan. Tentu mereka akan menjaga citranya dengan menjaga jarak," kata Yudi usai acara seminar yang bertemakan Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah, di Grand Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(29/12/2012).
Dia melanjutkan, atas hal ini maka Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, membuat persaingan parpol semakin sengit. Ditambah lagi dengan adanya beberapa parpol baru yang menjadi peserta pesta demokrasi itu.
"Tentu saja untuk Pemilu yang akan datang pacuan akan semakin ketat, apalagi kontestan baru yang kuat finansialnya, tentu akan menyandera partai lama untuk mengakumulasi modal. Sehingga ujungnya nantikan top of mind di publik akan menjadi penentu munculnya tokoh politik baru," ucapnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, di 2013 satu persatu kasus korupsi yang melibatkan parpol akan terbuka. Sehingga mereka akan diberikan gambaran dengan jelas partai mana yang harus dihindari untuk berkoalisi agar tidak menjatuhkan citranya.
"Kita juga tahu 2013 nanti satu persatu akan terkuak peran penting korupsi yang melibatkan parpol. Tentu saja di sini akan memberikan tekanan yang kuat pada pemerintah dan masyarakat yang ingin melihat kemajuan dari kasus Bank Century misalkan. Nah kalau kebuntuan ini terjadi, maka akan menstimulasi kelompok jalanan yang mencari jalannya sendiri untuk menemukan kepastian politik ini," pungkasnya.
(maf)