3.200 petugas Damkar siaga di malam tahun baru
Sabtu, 29 Desember 2012 - 02:39 WIB
3.200 petugas Damkar siaga di malam tahun baru
A
A
A
Sindonews.com - Menghindari kemungkinan bahaya kebakaran di ibu kota pada saat pelaksanaan malam tahun baru 2013, sebanyak 3.200 petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta disiagakan di tempat-tempat konsentrasi massa.
Selain itu, daerah pemukiman warga juga tidak luput dari pengawasan mengingat banyaknya warga yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk menghabiskan malam tahun baru di luar rumah.
Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu mengatakan, antisipasi dilakukan lantaran pengalaman pada saat malam takbiran 2011 lalu yang mencapai 16 kasus. Sehingga pada perayaan malam tahun baru kali ini pun seluruh petugas dilarang untuk cuti dan tetap siaga.
"Kita belajar dari pengalaman malam takbiran, jadi harus siaga 24 jam," ujar Paimin, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Terlebih menurut Paimin pada saat perayaan pergantian tahun banyak warga yang kerap menyalakan kembang api untuk memeriahkannya. "Oleh sebab itu, antisipasi penggunaan mercon juga harus diutamakan. Karena pesta pergantian tahun juga banyak yang menyalakan kembang api," tambahnya.
Terpenting Paimin berharap kepada masyarakat yang ingin meninggalkan rumah agar dapat memeriksa dan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan. "Tambora masih paling tertinggi kasusnya. Wilayah padat penduduk yang harus diwaspadai," tandasnya.
Selain itu, daerah pemukiman warga juga tidak luput dari pengawasan mengingat banyaknya warga yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk menghabiskan malam tahun baru di luar rumah.
Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu mengatakan, antisipasi dilakukan lantaran pengalaman pada saat malam takbiran 2011 lalu yang mencapai 16 kasus. Sehingga pada perayaan malam tahun baru kali ini pun seluruh petugas dilarang untuk cuti dan tetap siaga.
"Kita belajar dari pengalaman malam takbiran, jadi harus siaga 24 jam," ujar Paimin, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Terlebih menurut Paimin pada saat perayaan pergantian tahun banyak warga yang kerap menyalakan kembang api untuk memeriahkannya. "Oleh sebab itu, antisipasi penggunaan mercon juga harus diutamakan. Karena pesta pergantian tahun juga banyak yang menyalakan kembang api," tambahnya.
Terpenting Paimin berharap kepada masyarakat yang ingin meninggalkan rumah agar dapat memeriksa dan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan. "Tambora masih paling tertinggi kasusnya. Wilayah padat penduduk yang harus diwaspadai," tandasnya.
(san)