Korupsi tinggi, golput tinggi!
Sabtu, 29 Desember 2012 - 05:00 WIB
Korupsi tinggi, golput tinggi!
A
A
A
Sindonews.com - Kasus tindak pidana korupsi yang marak dilakukan para anggota kader partai politik ternyata dinilai dapat berakibat fatal pada Pemilu 2014 mendatang.
Menurut Pengamat Politik Indria Samego, maraknya kasus korupsi yang mendera partai akan berakibat pada pemilih suara kosong alias Golongan Putih (Golput) yang meningkat secara tajam.
"Tingkat partispasipasi pemilih akan menurun. Itu sudah pasti terjadi," ujar Indria saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Indria menambahkan, kepercayaan publik terhadap partai politik pada Pemilu 2014 mendatang akan semakin luntur, dan akan jauh lebih meningkat dari Pemilu 2009 lalu.
"Kalau pada pemilu 2009 tingkat partisipasi 70 persen, maka 2014 akan turun lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi mengatakan sepanjang tahun 2012 ini, ICW telah mencatat terdapat 52 kader partai politik yang terjerat kasus korupsi.
"Kita mencatat ada 52 kader parpol yang terjerat korupsi. 21 dari kalangan atau mantan DPR dan DPRD, 21 dari kepala daerah, dua pengurus partai, dan satu menteri aktif," ungkapnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 28 Desember 2012.
Menurut Pengamat Politik Indria Samego, maraknya kasus korupsi yang mendera partai akan berakibat pada pemilih suara kosong alias Golongan Putih (Golput) yang meningkat secara tajam.
"Tingkat partispasipasi pemilih akan menurun. Itu sudah pasti terjadi," ujar Indria saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Indria menambahkan, kepercayaan publik terhadap partai politik pada Pemilu 2014 mendatang akan semakin luntur, dan akan jauh lebih meningkat dari Pemilu 2009 lalu.
"Kalau pada pemilu 2009 tingkat partisipasi 70 persen, maka 2014 akan turun lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi mengatakan sepanjang tahun 2012 ini, ICW telah mencatat terdapat 52 kader partai politik yang terjerat kasus korupsi.
"Kita mencatat ada 52 kader parpol yang terjerat korupsi. 21 dari kalangan atau mantan DPR dan DPRD, 21 dari kepala daerah, dua pengurus partai, dan satu menteri aktif," ungkapnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 28 Desember 2012.
(rsa)