Partai harus hukum kader bermasalah
Sabtu, 29 Desember 2012 - 04:00 WIB
Partai harus hukum kader bermasalah
A
A
A
Sindonews.com - Partai politik yang ada saat ini dinilai harus mengambil langkah tegas kepada para kadernya yang terbelit kasus tindak pidana korupsi.
Menurut Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, hal itu wajib dilakukan para partai tersebut agar tidak ditinggalkan pemilihnya.
"Mesti sungguh-sungguh menghukum kader bermasalah, dan memberikan penghargaan bagi kader berprestasi," ujar Sebastian Salang saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Sebastian, akibat perbuatan korupsi yang dilakukan para kadernya yang bermasalah, maka tak pelak, akan mencoreng nama baik institusi yang dipimpin baik di DPR atau kementerian terkait.
"Maka mestinya diberikan sanksi tegas jika bermasalah," kata dia.
Namun, jika partai politik mengabaikan tindakan atau ulah oknum kader berasaah tersebut, dia menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak memilih kembali partai tersebut pada Pemilu 2014 mendatang sebagai hukuman politik dari masyarakat terhadap partai yang terkait.
"Karena, hanya dengan cara itu masyarakat menghukum," pungkasnya.
Menurut Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, hal itu wajib dilakukan para partai tersebut agar tidak ditinggalkan pemilihnya.
"Mesti sungguh-sungguh menghukum kader bermasalah, dan memberikan penghargaan bagi kader berprestasi," ujar Sebastian Salang saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Sebastian, akibat perbuatan korupsi yang dilakukan para kadernya yang bermasalah, maka tak pelak, akan mencoreng nama baik institusi yang dipimpin baik di DPR atau kementerian terkait.
"Maka mestinya diberikan sanksi tegas jika bermasalah," kata dia.
Namun, jika partai politik mengabaikan tindakan atau ulah oknum kader berasaah tersebut, dia menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak memilih kembali partai tersebut pada Pemilu 2014 mendatang sebagai hukuman politik dari masyarakat terhadap partai yang terkait.
"Karena, hanya dengan cara itu masyarakat menghukum," pungkasnya.
(rsa)