Migrant Care puji Eva dan Rieke
Kamis, 27 Desember 2012 - 17:25 WIB
Migrant Care puji Eva dan Rieke
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II sebagai wakil Dapil bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri selama ini dinilai tak pernah bersuara.
Berbagai persoalan yang menimpa WNI di luar negeri termasuk TKI tidak mendapatkan respon dari anggota DPR dari dapil ini. Mereka tak pernah berbuat banyak, bahkan mereka tidak pernah mengenal para WNI di luar negeri itu.
Anggota Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, selama ini yang getol menyuarakan kepentingan WNI adalah anggota DPR bukan dari Dapil wakil WNI LN, padahal seharusnya merekalah yang lebih aktif mengurusi persoalan warga luar negeri.
"Mereka yang bersuara dari basis dapil buruh migran ini, Eva Kusuma Sundari dan Rieke Diah Pitaloka (PDI Perjuangan) mereka dari dapil lain, suara mereka tidak datang dari TKI, tapi menyuarakan nasib TKI," ujar Wahyu dalam diskusi di Bakoel Koffie di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2012).
Wahyu menilai, anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta yang mewakili WNI Luar Negeri nyaris tidak terdengar suaranya dalam mendorong hak dan kepentingan WNI di luar negeri.
Migrant Care sangat mendukung langkah Diaspora Network United States of America yang membentuk Dapil sendiri, dengan harapan partisipasi WNI LN dalam Pemilu semakin masif.
"Kami sangat mendukung teman-teman Diaspora Network United States of America. Karena semakin kita tidak menghargai hak politik, Pemilu kita semakin tidak diminati," kata dia.
Hal ini berbeda dengan Filipina yang sudah mempunyai undang-undang Pemilu bagi buruh Migrant Care. "Filipina salah satunya negara Asia yang memiliki undang-undang khusus pemilu buruh migran. UU ini mengamanahkan sosialisasi dan registrasi ditujukan kepada warga Filipina," pungkasnya.
Berbagai persoalan yang menimpa WNI di luar negeri termasuk TKI tidak mendapatkan respon dari anggota DPR dari dapil ini. Mereka tak pernah berbuat banyak, bahkan mereka tidak pernah mengenal para WNI di luar negeri itu.
Anggota Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, selama ini yang getol menyuarakan kepentingan WNI adalah anggota DPR bukan dari Dapil wakil WNI LN, padahal seharusnya merekalah yang lebih aktif mengurusi persoalan warga luar negeri.
"Mereka yang bersuara dari basis dapil buruh migran ini, Eva Kusuma Sundari dan Rieke Diah Pitaloka (PDI Perjuangan) mereka dari dapil lain, suara mereka tidak datang dari TKI, tapi menyuarakan nasib TKI," ujar Wahyu dalam diskusi di Bakoel Koffie di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2012).
Wahyu menilai, anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta yang mewakili WNI Luar Negeri nyaris tidak terdengar suaranya dalam mendorong hak dan kepentingan WNI di luar negeri.
Migrant Care sangat mendukung langkah Diaspora Network United States of America yang membentuk Dapil sendiri, dengan harapan partisipasi WNI LN dalam Pemilu semakin masif.
"Kami sangat mendukung teman-teman Diaspora Network United States of America. Karena semakin kita tidak menghargai hak politik, Pemilu kita semakin tidak diminati," kata dia.
Hal ini berbeda dengan Filipina yang sudah mempunyai undang-undang Pemilu bagi buruh Migrant Care. "Filipina salah satunya negara Asia yang memiliki undang-undang khusus pemilu buruh migran. UU ini mengamanahkan sosialisasi dan registrasi ditujukan kepada warga Filipina," pungkasnya.
(lns)