Ini 2 dosa SBY versi Permadi
Rabu, 26 Desember 2012 - 18:09 WIB
Ini 2 dosa SBY versi Permadi
A
A
A
Sindonews.com - Mantan anggota Komisi I DPR Permadi mengungkapkan, ada dua dosa yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini.
Menurutnya, kesalahan pertama adalah karena SBY tidak menepati janjinya yang menyatakan dirinya hanya akan menjabat sebagai presiden selama satu periode.
"Sebab dari segi spiritual, dari kampanye pertama dia (SBY) jadi presiden dia berjanji demi Allah saya hanya ingin menjadi presiden satu periode, tetapi dia keenakan dan melanjutkan," kata Permadi di acara diskusi bertema Refleksi Akhir Tahun Membedah Polemik RUU Kamnas di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).
Menurutnya, sebenarnya SBY diberikan kesempatan untuk melanjutkan memimpin Indonesia meski dirinya pernah berjanji akan memimpin selama lima tahun. Namun, dengan melanjutkan kepemimpinan itu justru SBY dinilai gagal.
"Tuhan mengambil kebijaksanaan silakan, tapi pada periode kedua semua menghancurkan dia, akan menghadang dia, Demokrat akan hancur, tokoh-tokoh demokrat akan korupsi," ucapnya.
Dosa kedua yang dilakukan SBY ialah janjinya untuk memberantas yang justru malah pada akhirnya hal itu menjerat kadernya sendiri di tubuh partai berlambang bintang mercy itu.
"Kemudian, dia mengatakan aku akan jadi pemimpin pemberantas korupsi dengan pedang di tangan saya akan diberantas korupsi, itu pun tidak dilaksanakan dan akhirnya terbuka kedok dia, ketika menyatakan korupsi ada dua macam. Korupsi yang benar-benar korupsi dan korupsi yang tidak paham atau tahu," ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, dua kesalahan SBY itu, diyakini akan membuat elektabilitas Demokrat tidak akan lebih dari delapan persen dalam Pemilu mendatang.
"Ini menurut orang Demokrat sendiri. Pendiri Demokrat mengatakan pesimis untuk Demokrat mendapat 10 persen. Karena SBY telah melakukan penipuan kepada Tuhan dan rakyatnya," tandasnya.
Menurutnya, kesalahan pertama adalah karena SBY tidak menepati janjinya yang menyatakan dirinya hanya akan menjabat sebagai presiden selama satu periode.
"Sebab dari segi spiritual, dari kampanye pertama dia (SBY) jadi presiden dia berjanji demi Allah saya hanya ingin menjadi presiden satu periode, tetapi dia keenakan dan melanjutkan," kata Permadi di acara diskusi bertema Refleksi Akhir Tahun Membedah Polemik RUU Kamnas di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).
Menurutnya, sebenarnya SBY diberikan kesempatan untuk melanjutkan memimpin Indonesia meski dirinya pernah berjanji akan memimpin selama lima tahun. Namun, dengan melanjutkan kepemimpinan itu justru SBY dinilai gagal.
"Tuhan mengambil kebijaksanaan silakan, tapi pada periode kedua semua menghancurkan dia, akan menghadang dia, Demokrat akan hancur, tokoh-tokoh demokrat akan korupsi," ucapnya.
Dosa kedua yang dilakukan SBY ialah janjinya untuk memberantas yang justru malah pada akhirnya hal itu menjerat kadernya sendiri di tubuh partai berlambang bintang mercy itu.
"Kemudian, dia mengatakan aku akan jadi pemimpin pemberantas korupsi dengan pedang di tangan saya akan diberantas korupsi, itu pun tidak dilaksanakan dan akhirnya terbuka kedok dia, ketika menyatakan korupsi ada dua macam. Korupsi yang benar-benar korupsi dan korupsi yang tidak paham atau tahu," ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, dua kesalahan SBY itu, diyakini akan membuat elektabilitas Demokrat tidak akan lebih dari delapan persen dalam Pemilu mendatang.
"Ini menurut orang Demokrat sendiri. Pendiri Demokrat mengatakan pesimis untuk Demokrat mendapat 10 persen. Karena SBY telah melakukan penipuan kepada Tuhan dan rakyatnya," tandasnya.
(maf)