Nuansa batik, Natal di Katedral usung nasionalisme
Selasa, 25 Desember 2012 - 03:43 WIB
Nuansa batik, Natal di Katedral usung nasionalisme
A
A
A
Sindonews.com - Suasana menjelang perayaan Natal 2012 terlihat semarak di Katedral Kristus Raja. Gereja kabanggaan umat Khatolik di Indonesia ini tampak cantik dengan hiasan-hiasan seperti pohon Natal, dan balutan tiang yang bernuansa batik.
Menurut Humas perayaan Natal Susyana Suwadi, pemilihan dekorasi bernuansa batik merupakan ajakan bagi umat Khatolik sesuai tema Natal tahun ini, yakni "Kembali ke Nazareth".
"Ini sesuai tema Natal tahun ini, kembali ke Nazareth, dimana umat Khatolik diajak untuk kembali ke keluarganya, ke bangsanya. Dan sebagai bentuk cinta kita pada budaya kita, kami memilih batik sebagai bentuk pelestarian pada budaya kita," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Senin (24/12/2012).
Selain itu, dia mengungkapkan batik-batik yang dipakai untuk dekorasi merupakan bahan daur ulang dari batik yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan pengurus mengumpulkan dari mereka.
"Ini bukan batik baru, atau dibeli. Batik-batik yang memenuhi dekorasi gereja dari bahan daur ulang yang kita kumpulkan dari umat dan masyarakat yang tidak lagi menggunakannya," tukasnya.
Menurut Humas perayaan Natal Susyana Suwadi, pemilihan dekorasi bernuansa batik merupakan ajakan bagi umat Khatolik sesuai tema Natal tahun ini, yakni "Kembali ke Nazareth".
"Ini sesuai tema Natal tahun ini, kembali ke Nazareth, dimana umat Khatolik diajak untuk kembali ke keluarganya, ke bangsanya. Dan sebagai bentuk cinta kita pada budaya kita, kami memilih batik sebagai bentuk pelestarian pada budaya kita," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Senin (24/12/2012).
Selain itu, dia mengungkapkan batik-batik yang dipakai untuk dekorasi merupakan bahan daur ulang dari batik yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan pengurus mengumpulkan dari mereka.
"Ini bukan batik baru, atau dibeli. Batik-batik yang memenuhi dekorasi gereja dari bahan daur ulang yang kita kumpulkan dari umat dan masyarakat yang tidak lagi menggunakannya," tukasnya.
(san)