Banjir, warga rayakan Natal di rumah
Senin, 24 Desember 2012 - 19:10 WIB
Banjir, warga rayakan Natal di rumah
A
A
A
Sindonews.com - Natal kali, sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir dipastikan tidak bisa merayakannya dengan meriah. Kemungkinan, mereka akan merayakannya di pengungsian. Penyebabnya, banjir kiriman membuat nuansa meriah di rumah mereka menjadi pudar.
Seperti yang dialami Alfarius atau yang lebih dikenal dengan Papa Abel. Rumahnya yang berada di perkampungan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur tergenang banjir setinggi leher orang dewasa.
Papa Abel sendiri terlihat pasrah ketika ditanya terkait rumahnya yang terendam banjir. Terlebih lagi, esok dirinya beserta keluarga akan merayakan Natal. Kendati begitu, ini bukan kejadian pertama yang dialaminya.
"Selama tinggal di Bidaracina, sudah dua kali mengalami Natal pas banjir. 2012 ini sama tujuh tahun lalu lah," kata Papa Abel kepada Sindonews di Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (24/12/2012).
Pria separuh baya inipun hanya menggantungkan harapannya kepada pemerintah setempat, agar banjir yang ada bisa segera ditangani dengan cara-cara yang sudah direncanakan.
Sama seperti warga lainnya, sebagai warga masyarakat, Papa Abel hanya ingin hidup layak dan nyaman. Karena banjir yang terhitung sering menyambangi wilayahnya dan menggenangi rumahnya diakui membuat perabotan rumahnya menjadi rusak.
Untuk perayaan Natal besok, Papa Abel hanya akan merayakannya di gereja yang biasa dia datangi untuk beribadah. Sepulangnya, dia tidak akan berkunjung ke mana-mana, karena hanya akan menunggu air surut agar dapat membersihkan rumahnya.
"Perayaan paling di gereja saja, kalau di rumah tidak mungkin. Paling hanya nunggu air surut," ujarnya.
Di sisi lain, secara pesimis diyakini banjir yang ada tidak akan dapat dihilangkan, karena kali Ciliwung yang ada di belakang rumah warga merupakan kali mati. Kecuali warga yang tinggal di bantaran kali di relokasi ke tempat yang lebih aman.
Seperti yang dialami Alfarius atau yang lebih dikenal dengan Papa Abel. Rumahnya yang berada di perkampungan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur tergenang banjir setinggi leher orang dewasa.
Papa Abel sendiri terlihat pasrah ketika ditanya terkait rumahnya yang terendam banjir. Terlebih lagi, esok dirinya beserta keluarga akan merayakan Natal. Kendati begitu, ini bukan kejadian pertama yang dialaminya.
"Selama tinggal di Bidaracina, sudah dua kali mengalami Natal pas banjir. 2012 ini sama tujuh tahun lalu lah," kata Papa Abel kepada Sindonews di Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (24/12/2012).
Pria separuh baya inipun hanya menggantungkan harapannya kepada pemerintah setempat, agar banjir yang ada bisa segera ditangani dengan cara-cara yang sudah direncanakan.
Sama seperti warga lainnya, sebagai warga masyarakat, Papa Abel hanya ingin hidup layak dan nyaman. Karena banjir yang terhitung sering menyambangi wilayahnya dan menggenangi rumahnya diakui membuat perabotan rumahnya menjadi rusak.
Untuk perayaan Natal besok, Papa Abel hanya akan merayakannya di gereja yang biasa dia datangi untuk beribadah. Sepulangnya, dia tidak akan berkunjung ke mana-mana, karena hanya akan menunggu air surut agar dapat membersihkan rumahnya.
"Perayaan paling di gereja saja, kalau di rumah tidak mungkin. Paling hanya nunggu air surut," ujarnya.
Di sisi lain, secara pesimis diyakini banjir yang ada tidak akan dapat dihilangkan, karena kali Ciliwung yang ada di belakang rumah warga merupakan kali mati. Kecuali warga yang tinggal di bantaran kali di relokasi ke tempat yang lebih aman.
(ysw)