Tahun depan, Golkar terancam badai internal
Senin, 24 Desember 2012 - 17:09 WIB
Tahun depan, Golkar terancam badai internal
A
A
A
Sindonews.com - Pakar Politik Indonesia, Dewi Fortuna Anwar memprediksi di tahun 2013 banyak partai yang akan mendapat tekanan dari dalam maupun luar tersebut, salah satunya ialah Partai Golkar.
Partai berlambang pohon beringin ini diperkirakan akan mendapat banyak pro dan kontra termasuk pencalonan Abu Rizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (Capres) mereka.
"Saya kira di beberapa partai terbuka akan banyak tekanan politik, seperti Golkar, karena didalamnya akan lebih banyak tekanan dari dalam dan luar, termasuk upaya menjaring calon presiden alternatif," jelas Dewi saat dihubungi Sindonews, Minggu (24/12/2012).
Dia pun memperkirakan akan ada upaya untuk melihat ulang pencalonan pria yang akrab disapa Ical itu untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar.
"Saya kira itu akan memberi waktu Pak Ical untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar atau nantinya bisa untuk melihat dengan terus mengusung atau tidak," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyatakan, sebenarnya pencalonan Ical sudah mengandung perdebatan, karenanya, dia meyakini di tahun depan akan menjadi momen paling menentukan apakah Ical akan terus maju atau tidak.
"Nanti akan ada persaingan yang sengit, karena kita tahu pencalonan Pak Ical banyak tokoh-tokoh DPD tidak setuju, akan semakin keras, kecuali jika Pak Ical mampu merubah citra dalam waktu singkat agar pihak yang kontra mau menerima," tukasnya.
Dewi juga mengungkapkan, langkah tersebut mulai terlihat salah satunya ialah surat dari Akbar Tanjung yang belum lama ini ramai menjadi perbincangan, dan diyakini akan terus menuai kontroversi di internal Golkar hingga tahun depan.
"Sudah mulai terlihat kok, ada surat itu (Akbar Tanjung). Saya melihat Golkar partai modern dan menjadi politik contoh untuk menjaring capres pemimpin lebih terbuka dan kompetitif. Saya berharap Golkar memberi pendidikan kompetitif melalui hal itu," pungkasnya.
Partai berlambang pohon beringin ini diperkirakan akan mendapat banyak pro dan kontra termasuk pencalonan Abu Rizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (Capres) mereka.
"Saya kira di beberapa partai terbuka akan banyak tekanan politik, seperti Golkar, karena didalamnya akan lebih banyak tekanan dari dalam dan luar, termasuk upaya menjaring calon presiden alternatif," jelas Dewi saat dihubungi Sindonews, Minggu (24/12/2012).
Dia pun memperkirakan akan ada upaya untuk melihat ulang pencalonan pria yang akrab disapa Ical itu untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar.
"Saya kira itu akan memberi waktu Pak Ical untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar atau nantinya bisa untuk melihat dengan terus mengusung atau tidak," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyatakan, sebenarnya pencalonan Ical sudah mengandung perdebatan, karenanya, dia meyakini di tahun depan akan menjadi momen paling menentukan apakah Ical akan terus maju atau tidak.
"Nanti akan ada persaingan yang sengit, karena kita tahu pencalonan Pak Ical banyak tokoh-tokoh DPD tidak setuju, akan semakin keras, kecuali jika Pak Ical mampu merubah citra dalam waktu singkat agar pihak yang kontra mau menerima," tukasnya.
Dewi juga mengungkapkan, langkah tersebut mulai terlihat salah satunya ialah surat dari Akbar Tanjung yang belum lama ini ramai menjadi perbincangan, dan diyakini akan terus menuai kontroversi di internal Golkar hingga tahun depan.
"Sudah mulai terlihat kok, ada surat itu (Akbar Tanjung). Saya melihat Golkar partai modern dan menjadi politik contoh untuk menjaring capres pemimpin lebih terbuka dan kompetitif. Saya berharap Golkar memberi pendidikan kompetitif melalui hal itu," pungkasnya.
(rsa)