DPO teroris Poso akan terus rekrut anggota
Senin, 24 Desember 2012 - 13:32 WIB
DPO teroris Poso akan terus rekrut anggota
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Intelejen Wawan Purwanto memprediksi, Daftar Pencarian Orang (DPO) nomor satu di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Santoso akan terus memperkuat kelompoknya dengan merekrut orang baru untuk melakukan aksi teror.
Menurut Wawan, DPO tersebut tidak akan berhenti dengan kelompok yang ada saat ini. Terlebih dia menduga Santoso adalah dalang di balik penyerang yang menewaskan tiga anggota Brimob beberapa waktu lalu.
"Dia tidak akan tinggal diam, Santoso akan terus merekrut orang-orang baru untuk dia ajak dalam melakukan aksi," jelas Wawan saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Wawan menjelaskan, dia butuh penanganan khusus dari Polri untuk mengentaskan kasus tersebut, salah satunya ialah dengan berkoordinasi dan meminta bantuan dari aparat TNI.
"Perlu penanganan khusus untuk tidak teroris ini dan yang ada di Poso," ucapnya.
Menurutnya, dengan tambahan personel dari TNI, maka tugas polisi sebaga penjaga keamanan akan terbantu dengan kemampuan TNI yang biasa terlatih untuk proses peperangan.
"Maka ada juga back up dari TNI untuk bisa mendukung dan mereka sudah biasa bertempur dan Polri sudah melatih keamanan dan kemananan, jadi keduanya biasa saling sinergi untuk menyelesaikan kasus ini," tukasnya.
Lebih lanjut dia berharap, agar adanya kerjasama ini, maka kasus dan aksi terorisme yang ada di Poso dapat teratasi oleh kedua aparat keamanan tersebut.
"Ini harus cepat diselesaikan, karena Poso menjadi tempat sentral mereka (teroris), setelah Aceh mereka menjadikan Poso sebagai sentral dengan lokasi yang strategis," pungkasnya.
Menurut Wawan, DPO tersebut tidak akan berhenti dengan kelompok yang ada saat ini. Terlebih dia menduga Santoso adalah dalang di balik penyerang yang menewaskan tiga anggota Brimob beberapa waktu lalu.
"Dia tidak akan tinggal diam, Santoso akan terus merekrut orang-orang baru untuk dia ajak dalam melakukan aksi," jelas Wawan saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Wawan menjelaskan, dia butuh penanganan khusus dari Polri untuk mengentaskan kasus tersebut, salah satunya ialah dengan berkoordinasi dan meminta bantuan dari aparat TNI.
"Perlu penanganan khusus untuk tidak teroris ini dan yang ada di Poso," ucapnya.
Menurutnya, dengan tambahan personel dari TNI, maka tugas polisi sebaga penjaga keamanan akan terbantu dengan kemampuan TNI yang biasa terlatih untuk proses peperangan.
"Maka ada juga back up dari TNI untuk bisa mendukung dan mereka sudah biasa bertempur dan Polri sudah melatih keamanan dan kemananan, jadi keduanya biasa saling sinergi untuk menyelesaikan kasus ini," tukasnya.
Lebih lanjut dia berharap, agar adanya kerjasama ini, maka kasus dan aksi terorisme yang ada di Poso dapat teratasi oleh kedua aparat keamanan tersebut.
"Ini harus cepat diselesaikan, karena Poso menjadi tempat sentral mereka (teroris), setelah Aceh mereka menjadikan Poso sebagai sentral dengan lokasi yang strategis," pungkasnya.
(maf)