Masih banyak teroris berkeliaran di Poso
Senin, 24 Desember 2012 - 12:35 WIB
Masih banyak teroris berkeliaran di Poso
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Intelijen Wawan Purwanto menduga masih banyak Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris yang berkeliaran di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurutnya, hal itu dipastikan mengingat masih banyaknya terduga teroris yang belum tertangkap.
Wawan beranggapan, para anggota teroris tersebut saat ini sedang melakukan pengembangan diri melalui pelatihan-pelatihan di kamp kelompok mereka.
"Sampai saat ini masih puluhan anggota (pelaku teror) yang belum tertangkap, di berbagai lokasi di wilayah tersebut. Sehingga mereka terus melakukan pelatihan lanjutan dengan kamp yang telah mereka bentuk," jelas Wawan kepada Sindonews, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, anggota teroris tersebut masih didalangi Santoso, DPO nomer wahid di wilayah tersebut. Dia juga memastikan, aksi penyerangan anggota Brimob di Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulteng masih merupakan bagian dari kelompok Santoso.
Hal itu menurut pandangannya karena ada beberapa ciri-ciri yang sama dengan kelompok tersebut, diantaranya jenis senjata yang digunakan dalam penyerangan tersebut.
"Kita lihat dari ciri-ciri senjata yang ada memang mengarah kelompok tersebut. Kan tinggal pembuktian," pungkasnya.
Wawan beranggapan, para anggota teroris tersebut saat ini sedang melakukan pengembangan diri melalui pelatihan-pelatihan di kamp kelompok mereka.
"Sampai saat ini masih puluhan anggota (pelaku teror) yang belum tertangkap, di berbagai lokasi di wilayah tersebut. Sehingga mereka terus melakukan pelatihan lanjutan dengan kamp yang telah mereka bentuk," jelas Wawan kepada Sindonews, Senin (24/12/2012).
Menurutnya, anggota teroris tersebut masih didalangi Santoso, DPO nomer wahid di wilayah tersebut. Dia juga memastikan, aksi penyerangan anggota Brimob di Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulteng masih merupakan bagian dari kelompok Santoso.
Hal itu menurut pandangannya karena ada beberapa ciri-ciri yang sama dengan kelompok tersebut, diantaranya jenis senjata yang digunakan dalam penyerangan tersebut.
"Kita lihat dari ciri-ciri senjata yang ada memang mengarah kelompok tersebut. Kan tinggal pembuktian," pungkasnya.
(rsa)