Fitra pertanyakan dana sisa anggaran Rp290 triliun
Minggu, 23 Desember 2012 - 13:59 WIB
Fitra pertanyakan dana sisa anggaran Rp290 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menanyakan dana anggaran pemerintah yang tersisa sebesar Rp290 triliun, yang belum direalisasikan akhir tahun ini.
Hal itu disampaikan Koordinator Riset Fitra, Maulana. Menurut hasil riset yang dilakukan Fitra, dengan hari kerja aktif dari Tanggal 1 hingga 15 Desember 2012, maka diprediksi pemerintah membelanjakan anggaran sebesar Rp29 triliun setiap harinya.
"Dengan demikian masih terdapat anggaran sebesar Rp290 triliun yang belum direalisasikan. Dengan sisa jumlah hari kerja yang efektif sejak 1 hingga 15 Desember 2012, pemerintah membelanjakan anggaran sebesar Rp29 triliun setiap harinya," jelas Maulana dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2012).
Dia menambahkan, cukup sulit untuk menghabiskan dana sebesar itu setiap harinya agar tercapai target realisasi anggaran. Oleh karenanya, dia tidak heran jika akhirnya pemerintah menghabiskan dengan cara memasang iklan layanan masyarakat.
"Sangat sulit dibayangkan agar dapat mencapai target realisasi anggaran. Tidak mengherankan jika di Bulan Desember ini, banyak sekali iklan layanan masyarakat yang dibuat-buat," tukasnya.
Dengan hal ini maka kualitas belanja menjadi sulit dikontrol, sehingga semua yang dilakukan pemerintah dalam merealisasikan sisa anggaran tersebut patut ditanyakan.
"Kesemuanya itu patut dipertanyakan, dan pemerintah harus bertanggung jawab kepada publik. Karena anggaran yang digunakan tersebut bersumber dari pajak rakyat, melalui pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, serta pajak lainnya," pungkasnya.
Hal itu disampaikan Koordinator Riset Fitra, Maulana. Menurut hasil riset yang dilakukan Fitra, dengan hari kerja aktif dari Tanggal 1 hingga 15 Desember 2012, maka diprediksi pemerintah membelanjakan anggaran sebesar Rp29 triliun setiap harinya.
"Dengan demikian masih terdapat anggaran sebesar Rp290 triliun yang belum direalisasikan. Dengan sisa jumlah hari kerja yang efektif sejak 1 hingga 15 Desember 2012, pemerintah membelanjakan anggaran sebesar Rp29 triliun setiap harinya," jelas Maulana dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2012).
Dia menambahkan, cukup sulit untuk menghabiskan dana sebesar itu setiap harinya agar tercapai target realisasi anggaran. Oleh karenanya, dia tidak heran jika akhirnya pemerintah menghabiskan dengan cara memasang iklan layanan masyarakat.
"Sangat sulit dibayangkan agar dapat mencapai target realisasi anggaran. Tidak mengherankan jika di Bulan Desember ini, banyak sekali iklan layanan masyarakat yang dibuat-buat," tukasnya.
Dengan hal ini maka kualitas belanja menjadi sulit dikontrol, sehingga semua yang dilakukan pemerintah dalam merealisasikan sisa anggaran tersebut patut ditanyakan.
"Kesemuanya itu patut dipertanyakan, dan pemerintah harus bertanggung jawab kepada publik. Karena anggaran yang digunakan tersebut bersumber dari pajak rakyat, melalui pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, serta pajak lainnya," pungkasnya.
(stb)