TEPPA belum memiliki taji soal anggaran 2012
Minggu, 23 Desember 2012 - 12:46 WIB
TEPPA belum memiliki taji soal anggaran 2012
A
A
A
Sindonews.com - Tim Evaluasi Percepatan dan Pengawasan Anggaran (TEPPA) hasil bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Desember 2012, dinilai belum memiliki taji soal penyerapan anggaran di kementerian pusat dari tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), menurut mereka, tim yang dimotori oleh UKP4, Kementerian Keuangan dan BPKP ini belum bekerja maksimal.
"Tim (TEPPA) yang dibentuk pada Desember 2012 ini nampaknya tidak memiliki taji, yang bisa membuat kinerja penyerapan anggaran kementerian di pusat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya," jelas Koordinator Riset Fitra, Maulana, di Sekretariat Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2012).
Dia menambahkan, masih banyak anggaran yang tertumpuk di akhir tahun, sehingga mekanisme yang diperintahkan Presiden SBY tidak berjalan.
"Tidak boleh tertumpuk di akhir tahun, harus sesuai mekanisme yang diinstruksikan oleh Presiden dalam upaya pembentukan TEPPA itu. Bahwa penyerapan anggaran harus lebih baik dari tahun 2011," tukasnya.
Oleh karenanya, Maulana berpendapat, sikap Presiden SBY dalam upaya pembentukan TEPPA untuk mempercepat penyerapan anggaran di tahun 2012 sudah tepat, hanya saja tim tersebut tidak berjalan optimal dan kementerian yang menjadi pembantu presiden tidak membantu merealisasikan penyerapan anggaran.
"Presiden sudah baik, tetapi sepertinya komitmen presiden tidak dijalankan dengan baik, khususnya birokrat di kementerian sehingga penyerapan mekanisme ini tidak berjalan meski sebenarnya sudah baik, tinggal realisasinya saja," ucap dia.
Hal itu disampaikan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), menurut mereka, tim yang dimotori oleh UKP4, Kementerian Keuangan dan BPKP ini belum bekerja maksimal.
"Tim (TEPPA) yang dibentuk pada Desember 2012 ini nampaknya tidak memiliki taji, yang bisa membuat kinerja penyerapan anggaran kementerian di pusat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya," jelas Koordinator Riset Fitra, Maulana, di Sekretariat Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2012).
Dia menambahkan, masih banyak anggaran yang tertumpuk di akhir tahun, sehingga mekanisme yang diperintahkan Presiden SBY tidak berjalan.
"Tidak boleh tertumpuk di akhir tahun, harus sesuai mekanisme yang diinstruksikan oleh Presiden dalam upaya pembentukan TEPPA itu. Bahwa penyerapan anggaran harus lebih baik dari tahun 2011," tukasnya.
Oleh karenanya, Maulana berpendapat, sikap Presiden SBY dalam upaya pembentukan TEPPA untuk mempercepat penyerapan anggaran di tahun 2012 sudah tepat, hanya saja tim tersebut tidak berjalan optimal dan kementerian yang menjadi pembantu presiden tidak membantu merealisasikan penyerapan anggaran.
"Presiden sudah baik, tetapi sepertinya komitmen presiden tidak dijalankan dengan baik, khususnya birokrat di kementerian sehingga penyerapan mekanisme ini tidak berjalan meski sebenarnya sudah baik, tinggal realisasinya saja," ucap dia.
(stb)