Kanker Serviks lebih banyak menyerang kaum hawa

Minggu, 23 Desember 2012 - 11:33 WIB
Kanker Serviks lebih...
Kanker Serviks lebih banyak menyerang kaum hawa
A A A
Sindonews.com – Kanker serviks jenis kanker yang paling ditakutkan oleh kaum hawa. Pasalnya, kanker ini merupakan jenis kanker yang lebih banyak metering wanita. Hal itu terungkap dalam acara seminar deteksi dini kanker servik dan pemeriksaan Papsmear gratis di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut, Dokter ahli kanker dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Dr Clara Kurnia yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kanker serviks merupakan jenis kanker yang terbanyak ditemukan pada wanita Indonesia.

"Jenik kanker yang terbanyak ditemukan pada wanita Indonesia. Kanker serviks adalah keganan primer dari serviks uteri dan atau porsio yang sering disebut kanker mulut rahim," jelasnya dihadapan WPP dan masyarakat, Minggu (23/12/2012).

Dalam kesempatan itu Clara berpesan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya resiko kanker serviks diantaranya, menikah muda, kehamilan yang sering, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang dan infeksi menular seksual.

"Ada lima faktor utama seperti menikah muda, kehamilan yang sering, perokok, menggunakan kontrasepsi oral jangka panjang dan infeksi menular seksual," pungkasnya.
(stb)
Berita Terkini
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Bimtek Perindo, KPU...
Bimtek Perindo, KPU Ingatkan Pentingnya Pemutakhiran Data Parpol
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved