DPP Golkar ancam tegur Akbar Tanjung
Jum'at, 21 Desember 2012 - 22:15 WIB
DPP Golkar ancam tegur Akbar Tanjung
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham mengancam akan melayangkan surat teguran kepada ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung jika tetap membuat statement yang bisa menggangu proses konsolidasi partai. Pasalnya, pernyataan Akbar menjadi sangat provokatif.
"Bila Pak Akbar tidak menghentikan cara-cara itu boleh jadi DPP akan memberikan teguran sebagai kader. Bila mana tidak menghentikan provokasinya itu DPP juga akan mengambil sikap tegasnya," ujar Idrus saat dihubungi wartawan, Jumat (21/12/2012).
Selain provokatif, Idrus menganggap pernyataan mantan Ketua DPR itu tidak etis secara organisasi, karena saat ini Partai Golkar butuh konsolidasi masif mensukseskan Aburizal Bakrie alias Ical pada pilpres nanti.
Idrus mengingatkan, jangan menyalahkan jajaran Partai Golkar jika muncul penentangan dari kader berlambang beringin ini. "Pak Akbar jangan menyalahkan kalau keluarga besar Partai Golkar tidak hormat ke Pak Akbar. Itu karena tingkah laku Pak Akbar sendiri yang memecah konsolidasi," ujarnya.
Pencapresan Ical, sambung Idrus sudah didukung oleh DPD I secara Demokratis. Terpenting semua lapisan partai harus terus berkonsolidasi. "Mestinya Pak Akbar memperjuangkan bukan mempreteli pencapresan Pak Ical," pungkasnya.
"Bila Pak Akbar tidak menghentikan cara-cara itu boleh jadi DPP akan memberikan teguran sebagai kader. Bila mana tidak menghentikan provokasinya itu DPP juga akan mengambil sikap tegasnya," ujar Idrus saat dihubungi wartawan, Jumat (21/12/2012).
Selain provokatif, Idrus menganggap pernyataan mantan Ketua DPR itu tidak etis secara organisasi, karena saat ini Partai Golkar butuh konsolidasi masif mensukseskan Aburizal Bakrie alias Ical pada pilpres nanti.
Idrus mengingatkan, jangan menyalahkan jajaran Partai Golkar jika muncul penentangan dari kader berlambang beringin ini. "Pak Akbar jangan menyalahkan kalau keluarga besar Partai Golkar tidak hormat ke Pak Akbar. Itu karena tingkah laku Pak Akbar sendiri yang memecah konsolidasi," ujarnya.
Pencapresan Ical, sambung Idrus sudah didukung oleh DPD I secara Demokratis. Terpenting semua lapisan partai harus terus berkonsolidasi. "Mestinya Pak Akbar memperjuangkan bukan mempreteli pencapresan Pak Ical," pungkasnya.
(lns)