Demokrat tak tolerir koruptor
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:31 WIB
Demokrat tak tolerir koruptor
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun tidak sedikit kadernya terjerat perkara korupsi, Partai Demokrat tetap konsisten mendukung pemberantasan korupsi. Partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini tidak mundur sedikitpun untuk membersihkan praktik korupsi yang terjadi di Indonesia.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimina Suharli mengatakan, satu bukti konsistensi terhadap pemberantasan korupsi adalah sikap SBY ketika mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pak SBY tidak mentolerir tindakan korupsi, menteri aktif saja tetap dibiarkan, bukan hanya jargon, tapi dilaksanakan," ujarnya.
Sikap itu menunjukan jika SBY tak akan membiarkan seorang terlibat korupsi tetap bertahan di Demokrat.
Seperti diketahui, beberapa elit Demokrat tersandung kasus korupsi. Paling baru adalah Andi Mallarangeng dalam kasus proyek Sport Center Hambalang. Sebelumnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin juga tersandung beberapa kasus korupsi salah satunya Wisma Alet SEA Games. Kemudian Angelina Sondakh kasus di Menpora dan Kemendikbud. Lalu, Hartati Murdaya terkait kasus suap Bupati Buol Amran Batalipu.
Anas Urbaningrum juga disebut-sebut terlibat dalam kasus proyek Hambalang. Namun KPK belum menemukan cukup bukti keterlibatan Anas dalam kasus itu.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimina Suharli mengatakan, satu bukti konsistensi terhadap pemberantasan korupsi adalah sikap SBY ketika mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pak SBY tidak mentolerir tindakan korupsi, menteri aktif saja tetap dibiarkan, bukan hanya jargon, tapi dilaksanakan," ujarnya.
Sikap itu menunjukan jika SBY tak akan membiarkan seorang terlibat korupsi tetap bertahan di Demokrat.
Seperti diketahui, beberapa elit Demokrat tersandung kasus korupsi. Paling baru adalah Andi Mallarangeng dalam kasus proyek Sport Center Hambalang. Sebelumnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin juga tersandung beberapa kasus korupsi salah satunya Wisma Alet SEA Games. Kemudian Angelina Sondakh kasus di Menpora dan Kemendikbud. Lalu, Hartati Murdaya terkait kasus suap Bupati Buol Amran Batalipu.
Anas Urbaningrum juga disebut-sebut terlibat dalam kasus proyek Hambalang. Namun KPK belum menemukan cukup bukti keterlibatan Anas dalam kasus itu.
(lns)