Perbaiki citra, Demokrat harus tobat
Kamis, 20 Desember 2012 - 17:15 WIB
Perbaiki citra, Demokrat harus tobat
A
A
A
Sindonews.com - Elektabilitas Partai Demokrat (PD) memang lagi turun lantaran sejumlah kadernya terseret kasus korupsi. Untuk menaikkan elektabilitasnya, kader Demokrat harus bertobat untuk tidak korupsi.
"Taubat korupsi saja. Tagline atau semboyannya, kita taubat untuk korupsi," kata pengamat politik J Kristiadi, dalam diskusi membedah pemikiran Akbar Tanjung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Kristiadi menilai Demokrat harus melakukan dua strategi. Pertama, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo BamBang Yudhoyono (SBY) mengajak semua kolisi pemerintah untuk taubat dari Korupsi.
"Kita harus minta maaf pada rakyat. Pertanggungjawaban harus jelas, sumbangan pada partai harus jelas. Kalau lingkungan koalisi enggak mau, Pak SBY berani maju sendiri," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, internal Demokrat harus mendahulukan etika dan regulasi, jika sudah melanggar etika maka harus dikenakan sanksi.
"Siapapun yang tidak dipercaya publik, sebaiknya mundur saja dan prinsip ini berlaku untuk semuanya, untuk kerabat dekatnya juga," pungkasnya.
"Taubat korupsi saja. Tagline atau semboyannya, kita taubat untuk korupsi," kata pengamat politik J Kristiadi, dalam diskusi membedah pemikiran Akbar Tanjung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Kristiadi menilai Demokrat harus melakukan dua strategi. Pertama, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo BamBang Yudhoyono (SBY) mengajak semua kolisi pemerintah untuk taubat dari Korupsi.
"Kita harus minta maaf pada rakyat. Pertanggungjawaban harus jelas, sumbangan pada partai harus jelas. Kalau lingkungan koalisi enggak mau, Pak SBY berani maju sendiri," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, internal Demokrat harus mendahulukan etika dan regulasi, jika sudah melanggar etika maka harus dikenakan sanksi.
"Siapapun yang tidak dipercaya publik, sebaiknya mundur saja dan prinsip ini berlaku untuk semuanya, untuk kerabat dekatnya juga," pungkasnya.
(maf)