5 juta penduduk Indonesia rawan ancaman tsunami
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:27 WIB
5 juta penduduk Indonesia rawan ancaman tsunami
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan penelitian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 233 kabupaten dan kota di Indonesia berada di daerah rawan ancaman tsunami.
Itu artinya, sebanyak lima juta jiwa penduduk Indonesia yang tinggal di daerah tersebut, harus waspada akan ancaman tsunami. Terlebih, selama tahun 2013 mendatang, ancaman bencana itu bisa saja terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB memprediksi ada 13 jenis bencana yang akan terjadi di Indonesia selama tahun 2013 nanti. Bencana itu terdiri dari sektor geologi, hidrometeorologi, biologi dan bencana sosial.
Dari ke 13 bencana tersebut, jenis bencana gempabumi dan tsunami yang tidak dapat diramalkan kapan terjadinya, karena bersifat mendadak. Potensinya pun terdapat di daerah rawan gempa yang tersebar di 386 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk 157 jiwa.
"Bencana gempabumi dan tsunami tidak bisa diprediksi karena dadakan, potensi gempa terdapat di daerah-daerah rawan gempa," ungkapnya, Kamis (20/12/2012).
Menurut Sutopo, gempa yang terjadi itu terbagi dalam dua lokasi yakni subduksi dan sesar di daratan.
Tak hanya rawan gempa, lima juta masyarakat Indonesia juga rawan terkena tsunami. Tsunami terjadi akan ditentukan oleh gempa berdasarkan magnitude, kedalaman dan sumber gempa.
"Sedangkan untuk sumber tsunami ada zona subduksi, intra plate, erupsi gunung di laut dan tsunami di luar wilayah Indonesia," tambahnya.
Sutopo juga menjelaskan ada 233 kabupaten atau kota yang teindikasi rawan tsunami.
"Selama tahun 1629 sampai 2012 terdapat sekitar 172 tsunami di Indonesia, potensi ada dan terdapat 233 kabupaten atau kota dengan penduduk lima juta jiwa berada di daerah rawan tsunami," tutup dia.
Itu artinya, sebanyak lima juta jiwa penduduk Indonesia yang tinggal di daerah tersebut, harus waspada akan ancaman tsunami. Terlebih, selama tahun 2013 mendatang, ancaman bencana itu bisa saja terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB memprediksi ada 13 jenis bencana yang akan terjadi di Indonesia selama tahun 2013 nanti. Bencana itu terdiri dari sektor geologi, hidrometeorologi, biologi dan bencana sosial.
Dari ke 13 bencana tersebut, jenis bencana gempabumi dan tsunami yang tidak dapat diramalkan kapan terjadinya, karena bersifat mendadak. Potensinya pun terdapat di daerah rawan gempa yang tersebar di 386 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk 157 jiwa.
"Bencana gempabumi dan tsunami tidak bisa diprediksi karena dadakan, potensi gempa terdapat di daerah-daerah rawan gempa," ungkapnya, Kamis (20/12/2012).
Menurut Sutopo, gempa yang terjadi itu terbagi dalam dua lokasi yakni subduksi dan sesar di daratan.
Tak hanya rawan gempa, lima juta masyarakat Indonesia juga rawan terkena tsunami. Tsunami terjadi akan ditentukan oleh gempa berdasarkan magnitude, kedalaman dan sumber gempa.
"Sedangkan untuk sumber tsunami ada zona subduksi, intra plate, erupsi gunung di laut dan tsunami di luar wilayah Indonesia," tambahnya.
Sutopo juga menjelaskan ada 233 kabupaten atau kota yang teindikasi rawan tsunami.
"Selama tahun 1629 sampai 2012 terdapat sekitar 172 tsunami di Indonesia, potensi ada dan terdapat 233 kabupaten atau kota dengan penduduk lima juta jiwa berada di daerah rawan tsunami," tutup dia.
(lns)