BNPB prioritaskan anggaran di daerah rawan tsunami
Kamis, 20 Desember 2012 - 13:06 WIB
BNPB prioritaskan anggaran di daerah rawan tsunami
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, untuk 2013 akan memprioritaskan anggaran di daerah rawan tsunami, diantaranya megathrust Mentawai, Selat Sunda, Pantai Selatan Jawa, Pantai Selatan Bali hingga Nusa Tenggara, dan Papua.
"Kita prioritaskan pada daerah rawan tinggi tsunami yaitu Megathrust Mentawai, Kawasan Selat Sunda dan Pantai Selatan Jawa, Kawasan Pantai Selatan Bali hingga Nusa Tenggara, serta Kawasan Papua," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Untuk itu, Sutopo mengatakan, dibutuhkan anggaran sekira Rp16,7 trilyun untuk membentuk masterplan atau rencana induk bagi wilayah rawan bencana tsunami.
"Untuk total kebutuhan guna masterplan yang mencakup seluruh wilayah rawan tsunami di Indonesia mencapai Rp16,7 trilyun untuk selama lima tahun," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masterplan tersebut diharapkan mampu mengurangi resiko bencana tsunami.
"Kami akan menguatkan rantai peringatan dini tsunami dengan pembangunan sirine, informasi, alat deteksi gempa. Kedua membangun dan meningkatkan tempat evakuasi sementara seperti shelter dan jalur evakuasi. Ketiga penguatan kapasitas kesiapsiagaan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dan terakhir pembangunan kemandirian industri kebencanaan," pungkasnya.
"Kita prioritaskan pada daerah rawan tinggi tsunami yaitu Megathrust Mentawai, Kawasan Selat Sunda dan Pantai Selatan Jawa, Kawasan Pantai Selatan Bali hingga Nusa Tenggara, serta Kawasan Papua," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Untuk itu, Sutopo mengatakan, dibutuhkan anggaran sekira Rp16,7 trilyun untuk membentuk masterplan atau rencana induk bagi wilayah rawan bencana tsunami.
"Untuk total kebutuhan guna masterplan yang mencakup seluruh wilayah rawan tsunami di Indonesia mencapai Rp16,7 trilyun untuk selama lima tahun," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masterplan tersebut diharapkan mampu mengurangi resiko bencana tsunami.
"Kami akan menguatkan rantai peringatan dini tsunami dengan pembangunan sirine, informasi, alat deteksi gempa. Kedua membangun dan meningkatkan tempat evakuasi sementara seperti shelter dan jalur evakuasi. Ketiga penguatan kapasitas kesiapsiagaan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dan terakhir pembangunan kemandirian industri kebencanaan," pungkasnya.
(maf)