Umumnya masyarakat Indonesia belum melek bencana
Kamis, 20 Desember 2012 - 12:54 WIB
Umumnya masyarakat Indonesia belum melek bencana
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat di Indonesia dinilai masih rendah dalam tingkat kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana.
"Hasil kajian BNPB terhadap kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda dalam menghadapi bencana di 33 kabupaten dan kota di Indonesia ternyata semua daerah menunjukkan hasil bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda masih rendah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Menurut data BNPB, dari 33 kabupaten dan kota yang ada di tanah air, indeks dan indikator pengetahuan bencana meningkat. Namun indeks kebijakan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi daya, masih rendah.
"Indeks dan indikator pengetahuan memang meningkat mengenai bencana, namun indeks-indeks tersebut masih rendah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, karena masih rendahnya kesiapsiagaan tersebut, maka ancaman bencana masih akan mengancam masyarakat. Akibatnya jumlah korban dan kerugian akibat bencana diprediksi meningkat di masa mendatang.
"Bahkan ancaman ini menunjukan tren meningkat. Namun kesiapsiagaan masih rendah, akibatnya korban dan kerugian akan meningkat nantinya, jika tidak ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.
"Hasil kajian BNPB terhadap kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda dalam menghadapi bencana di 33 kabupaten dan kota di Indonesia ternyata semua daerah menunjukkan hasil bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda masih rendah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Menurut data BNPB, dari 33 kabupaten dan kota yang ada di tanah air, indeks dan indikator pengetahuan bencana meningkat. Namun indeks kebijakan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi daya, masih rendah.
"Indeks dan indikator pengetahuan memang meningkat mengenai bencana, namun indeks-indeks tersebut masih rendah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, karena masih rendahnya kesiapsiagaan tersebut, maka ancaman bencana masih akan mengancam masyarakat. Akibatnya jumlah korban dan kerugian akibat bencana diprediksi meningkat di masa mendatang.
"Bahkan ancaman ini menunjukan tren meningkat. Namun kesiapsiagaan masih rendah, akibatnya korban dan kerugian akan meningkat nantinya, jika tidak ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.
(maf)