Kapal tenggelam paling banyak menelan korban
Kamis, 20 Desember 2012 - 11:27 WIB
Kapal tenggelam paling banyak menelan korban
A
A
A
Sindonews.com - Dari total 487 korban jiwa yang meninggal akibat bencana sepanjang tahun 2012, kecelakaan transportasi laut paling banyak menelan korban dengan total 165 korban.
Jumlah tersebut merupakan hasil evalusi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menanggulangi bencana tahun ini.
"Ditinjau dari jumlah korban meninggal terbanyak akibat bencana adalah kecelakaan transportasi laut seperti kapal tenggelam imigran gelap dengan total 165 orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Menurutnya, jkorban meninggal karena tenggelamnya kapal imigran gelap ini lebih banyak karena mereka tidak mengetahui jumlah pasti penumpang setiap kapal yang nahas tersebut.
"Diperkirakan jumlah korban meninggal tenggelamnya kapal imigran gelap ini lebih banyak karena tidak diketahuinya jumlah pasti penumpang," ucapnya.
Sutopo menyampaikan, jumlah ini lebih sedikit dari korban jiwa pada 2011, dengan kasus yang sama. Pada saat itu 482 orang meninggal karena kapal tenggelam imigran gelap.
"Pada tahun 2011 sebanyak 482 orang meninggal, terjadi perubahan waktu kejadian dari kecelakaan transportasi laut. Jika di tahun 2011 korban terbanyak terjadi pada bulan Desember dan September," tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pada 2012 ini penyumbang terbanyak korban meninggal ialah tragedi kecelakaan Kapal Motor Putri Ayu di perairan Laut Alang, Maluku. Peristiwa tersebut terjasi pada 16 Juni 2012 dengan korban jiwa 92 nyawa.
"Kecelakaan Kapal Motor Putri Ayu di perairan wilayah Maluku pada Juni 2012 lalu merupakan penymbang terbesar korban meninggal dan hilang di tahun 2012 yaitu 92 orang meninggal," pungkasnya.
Jumlah tersebut merupakan hasil evalusi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menanggulangi bencana tahun ini.
"Ditinjau dari jumlah korban meninggal terbanyak akibat bencana adalah kecelakaan transportasi laut seperti kapal tenggelam imigran gelap dengan total 165 orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2012).
Menurutnya, jkorban meninggal karena tenggelamnya kapal imigran gelap ini lebih banyak karena mereka tidak mengetahui jumlah pasti penumpang setiap kapal yang nahas tersebut.
"Diperkirakan jumlah korban meninggal tenggelamnya kapal imigran gelap ini lebih banyak karena tidak diketahuinya jumlah pasti penumpang," ucapnya.
Sutopo menyampaikan, jumlah ini lebih sedikit dari korban jiwa pada 2011, dengan kasus yang sama. Pada saat itu 482 orang meninggal karena kapal tenggelam imigran gelap.
"Pada tahun 2011 sebanyak 482 orang meninggal, terjadi perubahan waktu kejadian dari kecelakaan transportasi laut. Jika di tahun 2011 korban terbanyak terjadi pada bulan Desember dan September," tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pada 2012 ini penyumbang terbanyak korban meninggal ialah tragedi kecelakaan Kapal Motor Putri Ayu di perairan Laut Alang, Maluku. Peristiwa tersebut terjasi pada 16 Juni 2012 dengan korban jiwa 92 nyawa.
"Kecelakaan Kapal Motor Putri Ayu di perairan wilayah Maluku pada Juni 2012 lalu merupakan penymbang terbesar korban meninggal dan hilang di tahun 2012 yaitu 92 orang meninggal," pungkasnya.
(maf)