Kader korupsi karena parpol lepas kontrol
Selasa, 18 Desember 2012 - 14:04 WIB
Kader korupsi karena parpol lepas kontrol
A
A
A
Sindonews.com - Ketidakstabilan politik akhir-akhir ini disebabkan oleh banyaknya kegaduhan di tubuh partai politik (Parpol) itu sendiri.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Thohari mengatakan, hal itu karena parpol belum melakukan fungsinya dengan baik.
"Timbulnya kegaduhan politik, karena sebagian besar parpol belum melaksanakan fungsinya dengan baik," kata Hajriyanto di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, kegaduhan yang disebabkan oleh kasus korupsi akhir-akhir ini, karena kurangnya kontrol parpol terhadap kadernya.
"Parpol itu tidak begitu intensif memantau kinerja kadernya baik di eksekutif maupun legislatif. Apa buktinya? Buktinya begitu ada kader yang terseret persoalan korupsi, biasanya parpol itu mengalami kekagetan. Ini menunjukan bahwa parpol itu belum menjalankan fungsi kaderisasi, regenerasi, dan rekruitmen kader," ucapnya.
Lebih lanjut dia berharap, agar kedepannya beberapa parpol bisa kembali menjalankan fungsinya dengan baik.
"Kedepan parpol harus betul-betul jalankan fungsinya dengan sungguh-sungguh, jangan biarkan kader jalan sendiri, baru kemudian kaget kalau ada sesuatu," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Thohari mengatakan, hal itu karena parpol belum melakukan fungsinya dengan baik.
"Timbulnya kegaduhan politik, karena sebagian besar parpol belum melaksanakan fungsinya dengan baik," kata Hajriyanto di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, kegaduhan yang disebabkan oleh kasus korupsi akhir-akhir ini, karena kurangnya kontrol parpol terhadap kadernya.
"Parpol itu tidak begitu intensif memantau kinerja kadernya baik di eksekutif maupun legislatif. Apa buktinya? Buktinya begitu ada kader yang terseret persoalan korupsi, biasanya parpol itu mengalami kekagetan. Ini menunjukan bahwa parpol itu belum menjalankan fungsi kaderisasi, regenerasi, dan rekruitmen kader," ucapnya.
Lebih lanjut dia berharap, agar kedepannya beberapa parpol bisa kembali menjalankan fungsinya dengan baik.
"Kedepan parpol harus betul-betul jalankan fungsinya dengan sungguh-sungguh, jangan biarkan kader jalan sendiri, baru kemudian kaget kalau ada sesuatu," pungkasnya.
(maf)