800 polisi amankan Natal di Tangerang
Senin, 17 Desember 2012 - 14:40 WIB
800 polisi amankan Natal di Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Polres Metro Tangerang Kota telah menyiapkan 800 personilnya untuk melakukan penjagaan perayaan Natal yang jatuh pada Selasa 25 Desember 2012. Pengamanan ini tak hanya akan dilakukan di gereja-gereja di Kota Tangerang, melainkan juga disejumlah pusat niaga.
"Pengamanan terhadap lokasi gereja saat perayaan akan dilakukan, meski pihak gereja tidak meminta pengamanan ekstra. Ini dilakukan agar umat Kristen dapat menjalankan ibadah dan hari raya dengan suasana nyaman," Kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombespol Wahyu Widada di Tangerang, Senin (17/12/2012).
Dia menjelaskan, selain di gereja dan pusat niaga, pihaknya juga akan menempatkan personel di titik lokasi yang dijadikan sebagai pusat perayaan Natal 2012 dan tahun baru 2013.
Selain pihak kepolisian, Wahyu juga mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh perwakilan gereja yang ada, serta pihak TNI serta Dinas Perhubungan (Dishub) terait.
"Kami sengaja melibatkan pihak perwakilan gereja dalam rapat koordinasi pengamanan Natal 2012 dan tahun baru 2013, guna menginventarisir ulang jumlah gereja yang ada, dan unsur lain agar seluruhnya berjalan lancar," pungkasnya.
"Pengamanan terhadap lokasi gereja saat perayaan akan dilakukan, meski pihak gereja tidak meminta pengamanan ekstra. Ini dilakukan agar umat Kristen dapat menjalankan ibadah dan hari raya dengan suasana nyaman," Kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombespol Wahyu Widada di Tangerang, Senin (17/12/2012).
Dia menjelaskan, selain di gereja dan pusat niaga, pihaknya juga akan menempatkan personel di titik lokasi yang dijadikan sebagai pusat perayaan Natal 2012 dan tahun baru 2013.
Selain pihak kepolisian, Wahyu juga mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh perwakilan gereja yang ada, serta pihak TNI serta Dinas Perhubungan (Dishub) terait.
"Kami sengaja melibatkan pihak perwakilan gereja dalam rapat koordinasi pengamanan Natal 2012 dan tahun baru 2013, guna menginventarisir ulang jumlah gereja yang ada, dan unsur lain agar seluruhnya berjalan lancar," pungkasnya.
(san)