Hadapi 2014, Demokrat masih pakai strategi lama
Senin, 17 Desember 2012 - 11:50 WIB
Hadapi 2014, Demokrat masih pakai strategi lama
A
A
A
Sindonews.com – Partai Demokrat tidak akan banyak mengubah strategi politiknya untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2014. Strategi pada pemilu sebelumnya, yang berhasil menghantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi orang nomor satu di Indonesia dirasa masih handal untuk digunakan kembali.
"Resep 2009 dipakai lagi, kerja keras, kebersamaan, artinya jika kita menjalankan resep itu terus kita bisa menang," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Menurutnya,kerja keras harus dibarengi dengan semangat yang tinggi. Maka itu, arahan Ketuan Dewan Pembina Partai Demokrat dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Partai Demokrat di Sentul Bgogor belum lama ini, dipecaya menjadi salah satu penyemangat untuk kader partai.
"Pak SBY selalu optimis, kita mendapatkan semangat yang luar biasa, pidato itu memberikan optimisme yang luar biasa," kata dia.
Maka itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini sangat yakin, partainya akan meraih kepercayaan dari masyarakat dalam Pemilu 2014 mendatang. "Jangankan 30 persen, 50 persen aja kita sanggup," tukasnya.
"Resep 2009 dipakai lagi, kerja keras, kebersamaan, artinya jika kita menjalankan resep itu terus kita bisa menang," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Menurutnya,kerja keras harus dibarengi dengan semangat yang tinggi. Maka itu, arahan Ketuan Dewan Pembina Partai Demokrat dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Partai Demokrat di Sentul Bgogor belum lama ini, dipecaya menjadi salah satu penyemangat untuk kader partai.
"Pak SBY selalu optimis, kita mendapatkan semangat yang luar biasa, pidato itu memberikan optimisme yang luar biasa," kata dia.
Maka itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini sangat yakin, partainya akan meraih kepercayaan dari masyarakat dalam Pemilu 2014 mendatang. "Jangankan 30 persen, 50 persen aja kita sanggup," tukasnya.
(kur)