Pengusiran Ruhut, benamkan citra elegan Demokrat
Minggu, 16 Desember 2012 - 08:08 WIB
Pengusiran Ruhut, benamkan citra elegan Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Dinamisnya perubahan Partai Demokrat (PD) saat ini, membuat citra partai ini menjadi makin terpuruk. Pemecatan hingga terjadinya insiden pengusiran Ruhut Poltak Sitompul dalam acara Silaturahmi Nasional Demokat (Silatnas) 14-15 Desember 2012, di Sentul, Bogor.
Pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan, sikap seperti ini, menghancurkan persepsi elegan yang selama ini menjadi ciri khas partai berlambang bintang mercy ini.
"Permusuhan dan pengusiran Ruhut, ini juga menghancurkan sikap mereka (PD) yang elegan, terbukti ketika mengusir Ruhut," kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Minggu (16/12/2012).
Di sisi lain, menurut Fadjroel, selain citra elegan yang hilang dari Demokrat. Citra Demokrat sebagai partai anti korupsi pun sudah tidak ada di tubuh partai ini. Menurutnya, Demokrat saat ini sudah berganti baju tiga kali.
"Kalau dulu ada iklan Katakan tidak pada korupsi, menjadi berubah katakan tidak pada(hal) korupsi, dan katakan tidak tahu padahal korupsi, jadi berubah tiga kali," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengurus teras Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat melalui suatu rapat memutuskan memecat Ruhut Sitompul dari posisi Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika DPP.
Tidak banyak penjelasan dari DPP mengapa Ruhut dicopot dan mengapa baru dilakukan menjelang pelaksanaan Silaturahmi Nasional Demokat (Silatnas) 14-15 Desember 2012, yang merupakan rangkaian HUT partai pemenang pemilu tersebut. DPP Demokrat hanya menjelaskan pencopotan Ruhut demi "penyegaran" menyongsong Pemilu 2014.
Saat ini, posisi Ruhut digantikan oleh Sekretaris Departemen dan Komunikasi PD Nurul Qomar. Sebelumnya, Qomar menjabat Sekretaris Departemen dan Komunikasi.
Diketahui Ruhut merupakan sosok yang vokal menyerukan agar Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk mundur dari jabatannya karena terbelit kasus Hambalang.
Pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan, sikap seperti ini, menghancurkan persepsi elegan yang selama ini menjadi ciri khas partai berlambang bintang mercy ini.
"Permusuhan dan pengusiran Ruhut, ini juga menghancurkan sikap mereka (PD) yang elegan, terbukti ketika mengusir Ruhut," kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Minggu (16/12/2012).
Di sisi lain, menurut Fadjroel, selain citra elegan yang hilang dari Demokrat. Citra Demokrat sebagai partai anti korupsi pun sudah tidak ada di tubuh partai ini. Menurutnya, Demokrat saat ini sudah berganti baju tiga kali.
"Kalau dulu ada iklan Katakan tidak pada korupsi, menjadi berubah katakan tidak pada(hal) korupsi, dan katakan tidak tahu padahal korupsi, jadi berubah tiga kali," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengurus teras Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat melalui suatu rapat memutuskan memecat Ruhut Sitompul dari posisi Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika DPP.
Tidak banyak penjelasan dari DPP mengapa Ruhut dicopot dan mengapa baru dilakukan menjelang pelaksanaan Silaturahmi Nasional Demokat (Silatnas) 14-15 Desember 2012, yang merupakan rangkaian HUT partai pemenang pemilu tersebut. DPP Demokrat hanya menjelaskan pencopotan Ruhut demi "penyegaran" menyongsong Pemilu 2014.
Saat ini, posisi Ruhut digantikan oleh Sekretaris Departemen dan Komunikasi PD Nurul Qomar. Sebelumnya, Qomar menjabat Sekretaris Departemen dan Komunikasi.
Diketahui Ruhut merupakan sosok yang vokal menyerukan agar Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk mundur dari jabatannya karena terbelit kasus Hambalang.
(maf)