Amankan Natal, polisi gandeng ormas
Kamis, 13 Desember 2012 - 20:27 WIB
Amankan Natal, polisi gandeng ormas
A
A
A
Sindonews.com - Agar perayaan Natal dan Tahun Baru 2013 kondusif, Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya rencananya akan menggandeng sejumlah organisasi kepemudaan dari lintas agama.
Sebagai langkah awal, polisi akan melakukan petemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Surabaya.
Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh lintas agama. Termasuk dengan para Remaja Masjid, Banser NU, dan Pencalang (Ormas agama Hindu).
"Pada tanggal 23 Desember nanti kami akan meminta bantuan elemen-elemen itu untuk dilibatkan menjaga keamanan selama Natal dan Tahun Baru," ujar Anom kepada Wartawan usai dialog dengan lintas agama terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, surabaya, Kamis (13/12/2012).
Anom juga mengatakan, ada 54 gereja yang tersebar di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Para elemen itu diharapkan akan membantu polisi dalam hal pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Anom juga mengaku turut mewaspadai setelah munculnya buku-buku yang membenarkan gerakan radikalisme berupa tindakan terorisme.
"Informasi yang kami terima dari pihak intelijen, jelang Natal dan Tahun Baru ada peningkatan instabilitas yang bisa mengganggu situasi kerukunan di Surabaya," ungkap mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.
Oleh karena itu, lanjutnya, pentingnya sinergi Polisi dan masyarakat untuk mewujudkan situasi kemanan di Surabaya.
Ia berharap upaya sinergi ini mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama terlebih lagi menjelang Natal dan Baru.
Sebagai langkah awal, polisi akan melakukan petemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Surabaya.
Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh lintas agama. Termasuk dengan para Remaja Masjid, Banser NU, dan Pencalang (Ormas agama Hindu).
"Pada tanggal 23 Desember nanti kami akan meminta bantuan elemen-elemen itu untuk dilibatkan menjaga keamanan selama Natal dan Tahun Baru," ujar Anom kepada Wartawan usai dialog dengan lintas agama terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jalan Perak Timur, surabaya, Kamis (13/12/2012).
Anom juga mengatakan, ada 54 gereja yang tersebar di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Para elemen itu diharapkan akan membantu polisi dalam hal pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Anom juga mengaku turut mewaspadai setelah munculnya buku-buku yang membenarkan gerakan radikalisme berupa tindakan terorisme.
"Informasi yang kami terima dari pihak intelijen, jelang Natal dan Tahun Baru ada peningkatan instabilitas yang bisa mengganggu situasi kerukunan di Surabaya," ungkap mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.
Oleh karena itu, lanjutnya, pentingnya sinergi Polisi dan masyarakat untuk mewujudkan situasi kemanan di Surabaya.
Ia berharap upaya sinergi ini mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama terlebih lagi menjelang Natal dan Baru.
(ysw)