Polisi duga S masih jaringan Santoso
Kamis, 13 Desember 2012 - 16:41 WIB
Polisi duga S masih jaringan Santoso
A
A
A
Sindonews.com - Teroris berinisial S alias A yang berhasil diamankan Polres Poso, saat hendak membuka lahan yang akan dijadikan kamp latihan di kawasan Gunung Koroncoku, Desa Kolera, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga masih dalam jaringan Santoso.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karpoenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. Menurut Boy, hal itu karena Santoso masih menjadi tokoh utama teroris yang kerap mengajak orang dari luar Poso untuk mengikuti aktivitasnya.
"Kita duga memiliki hubungan, Santoso masih dikenal tokoh utama di sana (Poso). Jadi, diduga mereka melakukan hal ini," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Meski begitu, Boy enggan menyimpulkan terlalu cepat karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Sulteng.
"Kita belum dapat simpulkan, tapi kita melihat ke arah sana, jadi masih menunggu hasil pemeriksaan atas S," katanya lagi.
Sebelumnya, pagi tadi tim gabungan dari Polda Sulteng dan Mabes Polri menggrebek satu lokasi yang akan dijadikan kamp latihan bagi mereka pelaku teror di Kawasan Gunung Koroncoku, Desa Kolora, Poso, Sulawesi Tengah.
Penggerebekan itu dilakukan sekira pukul 10.30 WITA, ketika tim dari kepolisian dibantu Brimob tengah melakukan patroli. Saat dilakukan pengintaian, diketahui sekelompok orang tersebut memiliki senjata api. Polisi pun akhirnya melakukan pendalaman pemantauan pada lokasi tersebut, hingga diketahui akan dijadikan sebagai tempat latihan pelaku teror.
"Jadi ketika patroli berjalan, di kawasan Gunung Koroncoku, yang berada di desa Kolora, Kecamatan Ambarana, mendapatkan adanya aktivitas yang mencurigakan. Yaitu aktivitas dari sekelompok orang yang tengah membuka lahan," jelas Boy sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karpoenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. Menurut Boy, hal itu karena Santoso masih menjadi tokoh utama teroris yang kerap mengajak orang dari luar Poso untuk mengikuti aktivitasnya.
"Kita duga memiliki hubungan, Santoso masih dikenal tokoh utama di sana (Poso). Jadi, diduga mereka melakukan hal ini," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2012).
Meski begitu, Boy enggan menyimpulkan terlalu cepat karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Sulteng.
"Kita belum dapat simpulkan, tapi kita melihat ke arah sana, jadi masih menunggu hasil pemeriksaan atas S," katanya lagi.
Sebelumnya, pagi tadi tim gabungan dari Polda Sulteng dan Mabes Polri menggrebek satu lokasi yang akan dijadikan kamp latihan bagi mereka pelaku teror di Kawasan Gunung Koroncoku, Desa Kolora, Poso, Sulawesi Tengah.
Penggerebekan itu dilakukan sekira pukul 10.30 WITA, ketika tim dari kepolisian dibantu Brimob tengah melakukan patroli. Saat dilakukan pengintaian, diketahui sekelompok orang tersebut memiliki senjata api. Polisi pun akhirnya melakukan pendalaman pemantauan pada lokasi tersebut, hingga diketahui akan dijadikan sebagai tempat latihan pelaku teror.
"Jadi ketika patroli berjalan, di kawasan Gunung Koroncoku, yang berada di desa Kolora, Kecamatan Ambarana, mendapatkan adanya aktivitas yang mencurigakan. Yaitu aktivitas dari sekelompok orang yang tengah membuka lahan," jelas Boy sebelumnya.
(rsa)