Penuhi kebutuhan Natal, BI Yogyakarta guyur Rp2,46 T
Kamis, 13 Desember 2012 - 16:06 WIB
Penuhi kebutuhan Natal, BI Yogyakarta guyur Rp2,46 T
A
A
A
Sindonews.com – Untuk memenuhi kebutuhan selama Natal dan Tahun Baru 2013, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Yogyakarta menyiapkan dana Rp2,46 triliun. Jumlah ini diyakini cukup, mengingat kebutuhan yang diajukan dari perbankan hanya sekira Rp1,9
triliun.
“Saya rasa ini lebih dari cukup, dan sengaja stok kita lebihkan,” jelas Kepala KPBI DIY, Mahdi Mahmudy, Kamis (13/12/2012)
Kucuran uang tunai dari KPBI ini tidak asal jadi, karena Bank Indonesia juga mendasarkan atas kebutuhan uang pada Lebaran Idul Fitri lalu, dan Natal tahun sebelumnya.
Dimana pada Natal 2011, kebutuhan yang disiapkan hanya Rp900 miliar dan pada lebaran lalu Rp2,3 triliun. Selain itu banyak proyek di akhir tahun dan liburan panjang.
Deputi Direktur KPBI Yogyakarta Causa Iman Karana mengatakan Bank Indonesia telah mengeluarkan imbauan kepada kalangan perbankan untuk menghitung kebutuhan uang kartal mereka. Termasuk stok dan pasokan uang yang ada di ATM.
Karena, pada masa libur, banyak transaksi perbankan dilakukan melalui mesin ATM.
“Mesin ATM harus dijaga, agar masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Sementara itu, Peneliti Madya Bank Indonesia Yogyakarta Fadhil Nugroho mengatakan Yogyakarta banyak dijadikan tempat transit saat liburan. Masyarakat yang bepergian tidak membawa uang dalam jumlah banyak.
Ketika melintas di Yogyakarta inilah mereka mengambil uang melalui ATM. Hal inilah yang membuat outflow di DIY tinggi.
triliun.
“Saya rasa ini lebih dari cukup, dan sengaja stok kita lebihkan,” jelas Kepala KPBI DIY, Mahdi Mahmudy, Kamis (13/12/2012)
Kucuran uang tunai dari KPBI ini tidak asal jadi, karena Bank Indonesia juga mendasarkan atas kebutuhan uang pada Lebaran Idul Fitri lalu, dan Natal tahun sebelumnya.
Dimana pada Natal 2011, kebutuhan yang disiapkan hanya Rp900 miliar dan pada lebaran lalu Rp2,3 triliun. Selain itu banyak proyek di akhir tahun dan liburan panjang.
Deputi Direktur KPBI Yogyakarta Causa Iman Karana mengatakan Bank Indonesia telah mengeluarkan imbauan kepada kalangan perbankan untuk menghitung kebutuhan uang kartal mereka. Termasuk stok dan pasokan uang yang ada di ATM.
Karena, pada masa libur, banyak transaksi perbankan dilakukan melalui mesin ATM.
“Mesin ATM harus dijaga, agar masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Sementara itu, Peneliti Madya Bank Indonesia Yogyakarta Fadhil Nugroho mengatakan Yogyakarta banyak dijadikan tempat transit saat liburan. Masyarakat yang bepergian tidak membawa uang dalam jumlah banyak.
Ketika melintas di Yogyakarta inilah mereka mengambil uang melalui ATM. Hal inilah yang membuat outflow di DIY tinggi.
(ysw)