Mendikbud: Penerapan kurikulum baru bertahap
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:21 WIB
Mendikbud: Penerapan kurikulum baru bertahap
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengklaim, uji coba kurikulum baru 2013 mendapat respon positif dari masyarakat. Dari 4.000 orang yang memberikan komentar, mereka mengaku menyambut baik rencana tersebut.
"Dari semua pandangan mereka menyatakan sudah saatnya menerapkan kurikulum (baru)," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh usai meresmikan Korean Corner di Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (12/12/2012).
Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa saling memiliki dari masyarakat tentang kurikulum baru nanti sehingga mereka sadar, ini kurikulum yang bagus.
"Kalau mau berubah ya harus dimulai dari sekarang. Ini bukan proyek seperti tudingan yang terlontar saat rencana ini dilempar. Kami sudah melakukan segala persiapan mulai dari buku-buku hingga gurunya," ujarnya.
Pelaksanaan dilakukan bertahap. Misalnya, hanya beberapa jenjang kelas saja yaitu kelas I, IV, VII dan X. Dari masukan tersebut juga diingatkan agar urusan moralitas dan karakter masuk dalam bagian kurikulum.
Dia membantah, jika mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengatahuan Sosial (IPS) dihilangkan dalam kurkulum baru nanti. "Tetapi, IPA dan IPS adalah sebagai objek. Bukan dihilangkan," tukasnya.
Nantinya, siswa tidak lagi membawa buku pelajaran, tetapi membawa buku sesuai tematik. Siswa juga lebih banyak diajarkan keluar kelas untuk mencermati kondisi sekitar. Misalnya, mempelajari arah mata angin atau tentang tanaman.
"Misalnya, mengapa matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di barat. Atau tentang bagaimana cara menghitung keliling suatu bangun dengan praktek langsung," jelasnya.
"Dari semua pandangan mereka menyatakan sudah saatnya menerapkan kurikulum (baru)," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh usai meresmikan Korean Corner di Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (12/12/2012).
Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa saling memiliki dari masyarakat tentang kurikulum baru nanti sehingga mereka sadar, ini kurikulum yang bagus.
"Kalau mau berubah ya harus dimulai dari sekarang. Ini bukan proyek seperti tudingan yang terlontar saat rencana ini dilempar. Kami sudah melakukan segala persiapan mulai dari buku-buku hingga gurunya," ujarnya.
Pelaksanaan dilakukan bertahap. Misalnya, hanya beberapa jenjang kelas saja yaitu kelas I, IV, VII dan X. Dari masukan tersebut juga diingatkan agar urusan moralitas dan karakter masuk dalam bagian kurikulum.
Dia membantah, jika mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengatahuan Sosial (IPS) dihilangkan dalam kurkulum baru nanti. "Tetapi, IPA dan IPS adalah sebagai objek. Bukan dihilangkan," tukasnya.
Nantinya, siswa tidak lagi membawa buku pelajaran, tetapi membawa buku sesuai tematik. Siswa juga lebih banyak diajarkan keluar kelas untuk mencermati kondisi sekitar. Misalnya, mempelajari arah mata angin atau tentang tanaman.
"Misalnya, mengapa matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di barat. Atau tentang bagaimana cara menghitung keliling suatu bangun dengan praktek langsung," jelasnya.
(mhd)