Demokrat belum hancur
Senin, 10 Desember 2012 - 06:01 WIB
Demokrat belum hancur
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa mantan dan kader Partai Demokrat (PD) saat ini tengah berada dalam jeratan hukum. Sebut saja M Nazaruddin terpidana tindak pidana korupsi suap-menyuap terkait dengan pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan.
Kemudian Angelina Sondakh (Angie) sama halnya dengan M Nazaruddin, mantan Putri Indonesia 2001 ini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa atas kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Angelina Sondakh.
Setelah itu, muncul nama Siti Hartati Murdaya, kini dia menjadi terdakwa dalam kasus penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Buol, terhadap Bupati Buol Amran Batalipu, Sulawesi Tengah.
Yang terbaru adalah, ditetapkannya Andi Mallarangeng menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi Hambalang, Bogor, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akibat statusnya itu, Andi mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Sekretaris Dewan Pembina PD.
Menanggapi fenomena tersebut, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) menuturkan, dengan adanya berbagai kasus ini, masa depan Demokrat belum hancur. Malahan, tuduhan yang secara terus-menerus kepada kader Demokrat akan tindak pidana korupsi, adalah penyebab rusaknya partai ini.
"Demokrat tidak akan bertambah buruk. Yang buruk (akan menimpa Demokrat) adalah, tuduhan yang tidak ada habisnya pada kader-kader Demokrat," kata Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi menambahkan, masa depan Andi di Demokrat, tentunya tergantung dari keputusan partai tersebut. Apakah pria berdarah Bugis itu masih diakui sebagai kader atau malah dikeluarkan.
“Tergantung proses hukum, apa vonisnya bebas, nanti kan ditentukan dia masih sebagai kader Partai Demokrat atau tidak,” tandasnya.
Kemudian Angelina Sondakh (Angie) sama halnya dengan M Nazaruddin, mantan Putri Indonesia 2001 ini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa atas kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Angelina Sondakh.
Setelah itu, muncul nama Siti Hartati Murdaya, kini dia menjadi terdakwa dalam kasus penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Buol, terhadap Bupati Buol Amran Batalipu, Sulawesi Tengah.
Yang terbaru adalah, ditetapkannya Andi Mallarangeng menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi Hambalang, Bogor, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akibat statusnya itu, Andi mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Sekretaris Dewan Pembina PD.
Menanggapi fenomena tersebut, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) menuturkan, dengan adanya berbagai kasus ini, masa depan Demokrat belum hancur. Malahan, tuduhan yang secara terus-menerus kepada kader Demokrat akan tindak pidana korupsi, adalah penyebab rusaknya partai ini.
"Demokrat tidak akan bertambah buruk. Yang buruk (akan menimpa Demokrat) adalah, tuduhan yang tidak ada habisnya pada kader-kader Demokrat," kata Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi menambahkan, masa depan Andi di Demokrat, tentunya tergantung dari keputusan partai tersebut. Apakah pria berdarah Bugis itu masih diakui sebagai kader atau malah dikeluarkan.
“Tergantung proses hukum, apa vonisnya bebas, nanti kan ditentukan dia masih sebagai kader Partai Demokrat atau tidak,” tandasnya.
(maf)